Baru Seusia Jagung, Holding BUMN Ini Diberi Peringkat Stabil
Selasa, 05 Januari 2021 - 02:00 WIB
loading...
foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Analis dari lembaga pemeringkat Pefindo, Danan Dito, memberikan proyeksi untuk Indonesia Financial Group (IFG) atau BUMN holding asuransi dan penjaminan di level stabil dan berperingkat idAAA. Proyeksi itu adalah peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.
"Kemampuan perseroan dinilai mumpuni memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Perseroan masuk kategori superior di antara pelaku industri lain di Indonesia," ujar Danan hari ini (4/1/2021) di Jakarta. ( Baca juga:Jadi Komisaris IFG, Masyita Soroti Pemegang Polis Jiwasraya )
Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari pemerintah, profil kredit yang sangat kuat dari anak-anak perusahaan asuransi dan penjaminan. Dalam hal likuiditas dan fleksibilitas keuangan juga kuat. "Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kinerja operasional yang berada pada tingkat rata-rata karena dampak pandemI," sebutnya.
Peringkat ini dapat diturunkan jika terdapat bukti penurunan dukungan dari pemerintah, atau peran BPUI yang melemah di industri asuransi dan penjaminan. "Kami memiliki ekspektasi dampak pandemi terkendali pada kredit BPUI, dengan melihat kekuatan dari perusahaan-perusahaan asuransi dan penjaminan. Didukung oleh posisi likuiditas yang kuat dan posisi bisnis yang sangat kuat di pasar masing-masing," jelasnya.
Mayoritas aset likuid dari perseroan ditempatkan pada deposito berjangka di bank-bank besar, surat berharga dan obligasi pemerintah, dan reksadana non-ekuitas. "Kami melihat dampak Covid-19 terhadap keseluruhan profil investasi bisa terkelola. Namun risiko yang lebih besar merupakan risiko pertumbuhan. Ini tecermin dari lebih rendahnya produksi premi dan imbal jasa. Serta nilai investasi yang lebih rendah dengan perhitungan mark-to-market yang disebabkan oleh volatilitas pada pasar modal," jelasnya.
"Kemampuan perseroan dinilai mumpuni memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Perseroan masuk kategori superior di antara pelaku industri lain di Indonesia," ujar Danan hari ini (4/1/2021) di Jakarta. ( Baca juga:Jadi Komisaris IFG, Masyita Soroti Pemegang Polis Jiwasraya )
Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari pemerintah, profil kredit yang sangat kuat dari anak-anak perusahaan asuransi dan penjaminan. Dalam hal likuiditas dan fleksibilitas keuangan juga kuat. "Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kinerja operasional yang berada pada tingkat rata-rata karena dampak pandemI," sebutnya.
Peringkat ini dapat diturunkan jika terdapat bukti penurunan dukungan dari pemerintah, atau peran BPUI yang melemah di industri asuransi dan penjaminan. "Kami memiliki ekspektasi dampak pandemi terkendali pada kredit BPUI, dengan melihat kekuatan dari perusahaan-perusahaan asuransi dan penjaminan. Didukung oleh posisi likuiditas yang kuat dan posisi bisnis yang sangat kuat di pasar masing-masing," jelasnya.
Mayoritas aset likuid dari perseroan ditempatkan pada deposito berjangka di bank-bank besar, surat berharga dan obligasi pemerintah, dan reksadana non-ekuitas. "Kami melihat dampak Covid-19 terhadap keseluruhan profil investasi bisa terkelola. Namun risiko yang lebih besar merupakan risiko pertumbuhan. Ini tecermin dari lebih rendahnya produksi premi dan imbal jasa. Serta nilai investasi yang lebih rendah dengan perhitungan mark-to-market yang disebabkan oleh volatilitas pada pasar modal," jelasnya.
Lihat Juga :