Kesempatan Rupiah, Fed Diproyeksi Tahan Suku Bunga Bikin Dolar AS Tertekan
Selasa, 05 Januari 2021 - 10:01 WIB
loading...
Nilai tukar Rupiah masih berpotensi menguat hari ini karena potensi pelemahan dollar Amerika Serikat (USD) ke depan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah masih berpotensi menguat hari ini karena potensi pelemahan dollar Amerika Serikat (USD) ke depan. Hal ini dikarenakan ekspektasi akan adanya lanjutan stimulus fiskal AS dan Bank Sentral AS tetap menahan suku bunga acuan di level rendah.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, Indeks dollar AS masih di kisaran 89 pagi ini sama seperti kemarin. "Dollar AS terlihat masih tertekan meskipun sentimen negatif dari kekhawatiran pasar soal covid-19 membayangi pergerakan aset berisiko," ujar Ariston di Jakarta, Selasa (5/1/2021).
(Baca Juga: Rupiah Punya Potensi Menguat di Awal Tahun Saat Dolar AS Tertekan )
Sambung dia menerangkan, lanjutan stimulus fiskal AS dan Bank Sentral AS tetap menahan suku bunga acuan di level rendah. "Potensi kisaran rupiah di Rp13.800 hingga Rp14.000," jelasnya.
(Baca Juga : Elon Musk Bikin Harga Rival Bitcoin Tembus USD1,27 Miliar )
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, Indeks dollar AS masih di kisaran 89 pagi ini sama seperti kemarin. "Dollar AS terlihat masih tertekan meskipun sentimen negatif dari kekhawatiran pasar soal covid-19 membayangi pergerakan aset berisiko," ujar Ariston di Jakarta, Selasa (5/1/2021).
(Baca Juga: Rupiah Punya Potensi Menguat di Awal Tahun Saat Dolar AS Tertekan )
Sambung dia menerangkan, lanjutan stimulus fiskal AS dan Bank Sentral AS tetap menahan suku bunga acuan di level rendah. "Potensi kisaran rupiah di Rp13.800 hingga Rp14.000," jelasnya.
(Baca Juga : Elon Musk Bikin Harga Rival Bitcoin Tembus USD1,27 Miliar )
Lihat Juga :