Lelang SUN Perdana Ludes Terserap, Penawaran Capai Rp97,17 Triliun
Selasa, 05 Januari 2021 - 17:54 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemnkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah menggelar lelang surat utang negara (SUN) pada hari ini (5/1/2021). Pada lelang perdana di tahun 2021 ini, jumlah penawaran yang masuk mengalami kenaikan dibanding lelang SUN terakhir tahun 2020 lalu.
Berdasarkan data DJPPR, total penawaran yang masuk pada lelang kali ini mencapai Rp97,17 triliun dari tujuh seri SUN yang ditawarkan. Jumlah itu naik tipis dibandingkan lelang SUN terakhir di 2020, yakni Selasa (1/12). Kala itu, penawaran yang masuk sebesar Rp94,31 triliun.
Dari total penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap Rp41 triliun. Jumlah itu masih sesuai dengan target indikatif yang ditetapkan pemerintah. Adapun, target indikatif dari lelang kali ini sebesar Rp35 triliun-Rp 52,5 triliun. ( Baca juga:Bidik Utang Baru di Tahun Baru 2021, Sri Mulyani Incar Rp342 Triliun )
"Pemerintah melaksanakan lelang SUN pada 5 Januari 2021 untuk seri SPN03210406 (new issuance), SPN12220106 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening) dan FR0089 (new issuance) melalui sistem lelang Bank Indonesia," tulis keterangan DJPR di Jakarta, Selasa (5/1/2021).
Dalam lelang SUN kali ini, seri FR0088 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2036 menjadi seri yang paling banyak diburu investor dengan jumlah penawaran masuk hingga Rp31,39 triliun. Seri FR0080 sekaligus menjadi seri yang paling banyak dimenangkan dalam lelang kali ini. Nominal yang diserap pemerintah mencapai Rp12,75 triliun, dengan yield rata-rata yang dimenangkan sebesar 6,40%.
Sementara itu, seri SPN 03210406 yang jatuh tempo pada 6 April 2021 mendapatkan nilai penawaran Rp1,25 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp1 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 2,98%.
Lalu, seri SPN 12220106 yang jatuh tempo pada 6 Januari 2022 mendapatkan nilai penawaran Rp4,68 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp2,45 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 3,19%.
Berdasarkan data DJPPR, total penawaran yang masuk pada lelang kali ini mencapai Rp97,17 triliun dari tujuh seri SUN yang ditawarkan. Jumlah itu naik tipis dibandingkan lelang SUN terakhir di 2020, yakni Selasa (1/12). Kala itu, penawaran yang masuk sebesar Rp94,31 triliun.
Dari total penawaran yang masuk, pemerintah hanya menyerap Rp41 triliun. Jumlah itu masih sesuai dengan target indikatif yang ditetapkan pemerintah. Adapun, target indikatif dari lelang kali ini sebesar Rp35 triliun-Rp 52,5 triliun. ( Baca juga:Bidik Utang Baru di Tahun Baru 2021, Sri Mulyani Incar Rp342 Triliun )
"Pemerintah melaksanakan lelang SUN pada 5 Januari 2021 untuk seri SPN03210406 (new issuance), SPN12220106 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening) dan FR0089 (new issuance) melalui sistem lelang Bank Indonesia," tulis keterangan DJPR di Jakarta, Selasa (5/1/2021).
Dalam lelang SUN kali ini, seri FR0088 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2036 menjadi seri yang paling banyak diburu investor dengan jumlah penawaran masuk hingga Rp31,39 triliun. Seri FR0080 sekaligus menjadi seri yang paling banyak dimenangkan dalam lelang kali ini. Nominal yang diserap pemerintah mencapai Rp12,75 triliun, dengan yield rata-rata yang dimenangkan sebesar 6,40%.
Sementara itu, seri SPN 03210406 yang jatuh tempo pada 6 April 2021 mendapatkan nilai penawaran Rp1,25 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp1 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 2,98%.
Lalu, seri SPN 12220106 yang jatuh tempo pada 6 Januari 2022 mendapatkan nilai penawaran Rp4,68 triliun. Pemerintah menyerap sebanyak Rp2,45 triliun dengan yield rata-rata yang dimenangkan 3,19%.
Lihat Juga :