Manufaktur Diprediksi Terus Menggeliat Naik hingga Imlek
Selasa, 05 Januari 2021 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun demikian, lanjut Shinta, ini tidak berarti tidak akan ada ekspansi kinerja pasca Imlek. Menurut dia, ekspansi kinerja industri pasca Imlek tidak bisa bergantung pada demand pasar domestik.
(Baca Juga: Daya Saing Manufaktur Indonesia Ungguli India dan Vietnam)
Pendorong ekspansi kinerja manufaktur dalam rangka pemulihan ekonomi harus dari sisi suplai seperti perbaikan iklim usaha dan investasi yang signifikan, inbound investasi di industri manufaktur, kemudahan kredit usaha, hingga dari permintaan eksternal seperti peningkatan permintaan ekspor untuk produk manufaktur nasional.
"Kalau faktor-faktor pendukung ini tidak ada dan kita hanya bergantung pada demand pasar domestik, kemungkinan ekspansi di industri manufaktur akan terjadi secara lambat atau peningkatannya tidak signifikan sepanjang 2021. Apalagi bila proses pengendalian pandemi dan normalisasi ekonomi berjalan lambat atau butuh waktu lebih dari tengah tahun 2021. Akan lebih sulit mendongkraknya," jelas Shinta.
(Baca Juga: Daya Saing Manufaktur Indonesia Ungguli India dan Vietnam)
Pendorong ekspansi kinerja manufaktur dalam rangka pemulihan ekonomi harus dari sisi suplai seperti perbaikan iklim usaha dan investasi yang signifikan, inbound investasi di industri manufaktur, kemudahan kredit usaha, hingga dari permintaan eksternal seperti peningkatan permintaan ekspor untuk produk manufaktur nasional.
"Kalau faktor-faktor pendukung ini tidak ada dan kita hanya bergantung pada demand pasar domestik, kemungkinan ekspansi di industri manufaktur akan terjadi secara lambat atau peningkatannya tidak signifikan sepanjang 2021. Apalagi bila proses pengendalian pandemi dan normalisasi ekonomi berjalan lambat atau butuh waktu lebih dari tengah tahun 2021. Akan lebih sulit mendongkraknya," jelas Shinta.
(fai)
Lihat Juga :