Warning Krisis Utang Negara Berkembang! Bank Dunia Sebut Beban Makin Berat

Rabu, 06 Januari 2021 - 12:35 WIB
loading...
A A A
"Dalam konteks posisi fiskal yang lemah dan utang yang meningkat, reformasi kelembagaan untuk memacu pertumbuhan organik menjadi sangat penting," imbuh Ayhan.

(Baca Juga: Sri Mulyani Minta Akses Vaksin Covid-19 untuk Negara Berkembang Dipermudah )

Sedangkan di masa lalu, keuntungan pertumbuhan dari upaya reformasi diakui oleh investor dalam peningkatan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang dan peningkatan arus investasi. Menurut dia, bank sentral di beberapa negara berkembang telah menggunakan program pembelian aset sebagai tanggapan atas tekanan pasar keuangan yang disebabkan pandemi, dalam banyak kasus untuk pertama kalinya.

"Ketika ditargetkan pada kegagalan pasar, program-program ini tampaknya telah membantu menstabilkan pasar keuangan selama tahap awal krisis," ungkap Ayhan.

Namun, di negara-negara di mana pembelian aset terus meningkat dan dianggap membiayai defisit fiskal, program-program ini dapat mengikis kemandirian operasional bank sentral. Risiko pelemahan mata uang yang mengurangi ekspektasi inflasi, dan meningkatkan kekhawatiran tentang keberlanjutan utang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
Dosen UGM Kena Doxing...
Dosen UGM Kena Doxing usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved