Prospek Cerah, Batu Bara Akan Mumbul dalam Jangka Pendek
Rabu, 06 Januari 2021 - 13:58 WIB
loading...
Harga batu bara diperkirakan akan mengalami rebound jangka pendek pada tahun ini seiring membaiknya ekonomi global. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Prospek permintaan batu bara tahun 2021 diperkirakan lebih cerah dibanding tahun 2020. Pemulihan ekonomi global dan kenaikan permintaan batu bara dari China menjadi sentimen positif tahun ini.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, menurut laporan baru dari Badan Energi Internasional (IEA), kemungkinan pulihnya kembali ekonomi global pada 2021 diperkirakan akan mendorong rebound jangka pendek dalam permintaan batu bara menyusul penurunan besar tahun ini yang dipicu oleh krisis Covid-19.
(Baca Juga: Gara-gara China, Harga Batu Bara Lompat ke USD75,84 Per Ton)
Dia menuturkan, kenaikan Harga Batu bara Acuan (HBA) juga terus menujukkan tren positif pada awal tahun 2021. Selama perdagangan bulan Januari naik USD16,19 per ton atau 27,14% ke angka USD75,84 per ton dibandingkan bulan Desember tahun 2020, yaitu USD59,65 per ton.
"Kenaikan HBA Januari lebih banyak disebabkan oleh meningkatnya permintaan batu bara di musim dingin terutama oleh China yang juga akibat keterbatasan (shortage) pasokan domestik batu bara mereka. Ke depan, kebijakan pemerintah China terkait dengan kuota impor batubara sangat berperan," ujarnya ketika dihubungi, Rabu (6/1/2021).
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, menurut laporan baru dari Badan Energi Internasional (IEA), kemungkinan pulihnya kembali ekonomi global pada 2021 diperkirakan akan mendorong rebound jangka pendek dalam permintaan batu bara menyusul penurunan besar tahun ini yang dipicu oleh krisis Covid-19.
(Baca Juga: Gara-gara China, Harga Batu Bara Lompat ke USD75,84 Per Ton)
Dia menuturkan, kenaikan Harga Batu bara Acuan (HBA) juga terus menujukkan tren positif pada awal tahun 2021. Selama perdagangan bulan Januari naik USD16,19 per ton atau 27,14% ke angka USD75,84 per ton dibandingkan bulan Desember tahun 2020, yaitu USD59,65 per ton.
"Kenaikan HBA Januari lebih banyak disebabkan oleh meningkatnya permintaan batu bara di musim dingin terutama oleh China yang juga akibat keterbatasan (shortage) pasokan domestik batu bara mereka. Ke depan, kebijakan pemerintah China terkait dengan kuota impor batubara sangat berperan," ujarnya ketika dihubungi, Rabu (6/1/2021).
Lihat Juga :