Masa Pandemi Membuat Usaha MICE Melakukan Transformasi
Jum'at, 15 Mei 2020 - 00:57 WIB
loading...
Ilustrasi industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 benar-benar menabrak setiap sisi kehidupan manusia. Mulai dari sisi kesehatan, kehidupan sosial juga ekonomi.
Interaksi antar manusia harus dilakukan secara online melalui media sosial atau aplikasi video conference. Begitupun dengan dunia industri, pelaku bisnis harus beradaptasi dan mulai bertransisi agar dapat bertahan. Semisal, bisnis makanan dan minuman tidak menerima pembeli yang makan ditempat hanya melayani bawa pulang. Sektor bisnis pun mulai melakukan transformasi.
"Bisnis yang juga bertransformasi karena terdampak langsung oleh konsep tersebut adalah Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, atau lazim dikenal dengan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)," ujar Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Pelaku usaha menyebut pembatalan event MICE mencapai hampir 50% di paruh pertama 2020. Penyelenggara event terpaksa harus putar otak untuk menyusun strategi baru. Baca: Dihadang Corona, Industri Pameran Gagal Lepas Landas di 2020
"Dengan kondisi seperti sekarang ini, dibutuhkan para profesional maupun entrepreneur yang mumpuni secara pengetahuan (knowledge) maupun kemampuan (skills)," katanya.
Interaksi antar manusia harus dilakukan secara online melalui media sosial atau aplikasi video conference. Begitupun dengan dunia industri, pelaku bisnis harus beradaptasi dan mulai bertransisi agar dapat bertahan. Semisal, bisnis makanan dan minuman tidak menerima pembeli yang makan ditempat hanya melayani bawa pulang. Sektor bisnis pun mulai melakukan transformasi.
"Bisnis yang juga bertransformasi karena terdampak langsung oleh konsep tersebut adalah Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, atau lazim dikenal dengan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)," ujar Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Pelaku usaha menyebut pembatalan event MICE mencapai hampir 50% di paruh pertama 2020. Penyelenggara event terpaksa harus putar otak untuk menyusun strategi baru. Baca: Dihadang Corona, Industri Pameran Gagal Lepas Landas di 2020
"Dengan kondisi seperti sekarang ini, dibutuhkan para profesional maupun entrepreneur yang mumpuni secara pengetahuan (knowledge) maupun kemampuan (skills)," katanya.
Lihat Juga :