Sektor Hulu Migas Siap Tancap Gas Menuju 1 Juta Barel
Selasa, 12 Januari 2021 - 06:40 WIB
loading...
SKK Migas berkomitmen mengejar target produksi minyak 1 juta barel pada 2030. FOTO/DOK ELNUSA
A
A
A
JAKARTA - Sumber daya alam minyak dan gas bumi (migas) masih memainkan peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas ( SKK Migas ) berkomitmen agar kontribusi hulu migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga. Caranya, dengan meningkatkan produksi mencapai target jangka panjang, yakni pencapaian produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) atau setara 3,2 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2030.
Rencana jangka panjang SKK Migas 2030 itu sejalan dengan rencana umum energi nasional (RUEN). Dalam RUEN disebutkan, pada 2050 kebutuhan minyak akan meningkat menjadi 3,97 juta BOPD, sedangkan untuk gas 26 BSCFD. Ini menegaskan bahwa peningkatan produksi minyak dan gas adalah suatu keharusan agar dapat menopang kebutuhan energi dan bahan baku industri secara berkelanjutan.
"Jika target 2030 tercapai, sektor hulu migas akan mencatat rekor produksi migas terbesar sepanjang sejarah Indonesia," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto , di Jakarta, belum lama ini.
(Baca juga: Toreh Capaian Positif di 2020, SKK Migas Optimis Hadapi 2021 )
Secara historis puncak sebelumnya terjadi pada 1998, dengan tingkat produksi sebesar 2,9 juta BOEPD. Ini akan menjadi tahapan penting untuk memenuhi kebutuhan migas di tahun 2050.
Rencana jangka panjang SKK Migas 2030 itu sejalan dengan rencana umum energi nasional (RUEN). Dalam RUEN disebutkan, pada 2050 kebutuhan minyak akan meningkat menjadi 3,97 juta BOPD, sedangkan untuk gas 26 BSCFD. Ini menegaskan bahwa peningkatan produksi minyak dan gas adalah suatu keharusan agar dapat menopang kebutuhan energi dan bahan baku industri secara berkelanjutan.
"Jika target 2030 tercapai, sektor hulu migas akan mencatat rekor produksi migas terbesar sepanjang sejarah Indonesia," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto , di Jakarta, belum lama ini.
(Baca juga: Toreh Capaian Positif di 2020, SKK Migas Optimis Hadapi 2021 )
Secara historis puncak sebelumnya terjadi pada 1998, dengan tingkat produksi sebesar 2,9 juta BOEPD. Ini akan menjadi tahapan penting untuk memenuhi kebutuhan migas di tahun 2050.
Lihat Juga :