China Kecele, Ekspor Batubara Australia Tetap Kuat di 2020

Jum'at, 15 Januari 2021 - 21:47 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, China lantas beralih ke tempat lain untuk memperoleh batubara seperti Indonesia, Rusia, Afrika Selatan. Hal itu menaikkan harga batubara di negara-negara tersebut - yang kemudian memberikan peluang bagi batubara Australia di pasar lainnya.

"Jika China menaikkan harga batubara di Indonesia, itu berarti konsumen India melihat harga yang relatif jauh lebih tinggi untuk batubara Indonesia, lalu mereka berkata, 'kalau begitu kami akan ambil batubara dari Australia saja,'," ungkapnya.

Simington mengatakan, pesanan ekspor baru ke India, Pakistan, Turki dan bahkan Spanyol telah meredam kejutan bagi produsen batu bara Australia. Sementara, China memenuhi kebutuhan batubara domestiknya dengan batubara yang relatif lebih mahal dari negara-negara alternatif seperti Rusia, Indonesia dan Afrika Selatan.

Selain itu, pada akhir tahun 2020 China mencabut total kuota impornya sebagai tanggapan atas permintaan domestik yang kuat dan musim dingin yang sangat dingin.

Pembatasan China telah mengubah arus perdagangan batubara yang diangkut melalui laut di mana, alih-alih dikirim ke China, batubara Australia sekarang menemukan pelanggan di tujuan alternatif termasuk India, Pakistan, dan Timur Tengah, dan batubara yang diperdagangkan yang secara historis dikirim ke pasar ini menemukan jalannya ke China.

Secara keseluruhan, Pelabuhan Newcastle mengekspor total 158 juta ton batubara pada tahun 2020, dengan nilai USD18,5 miliar, hanya 7 juta ton lebih rendah dari volume ekspor yang relatif tinggi pada tahun 2019.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved