China Kecele, Ekspor Batubara Australia Tetap Kuat di 2020
Jum'at, 15 Januari 2021 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Kepala eksekutif Dewan Mineral New South Wales Stephen Galilee mengatakan itu adalah kabar baik bagi industri tersebut. "2020 adalah tahun kuat lainnya untuk ekspor batubara NSW meskipun ada berbagai tantangan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Prospek Batubara di Kuartal II Tergantung Kebijakan China
Hal ini, kata dia, menunjukkan kemampuan sektor ini untuk beradaptasi dengan peluang dan pasar yang berubah, dengan batubara NSW diekspor ke sekitar 20 negara berbeda sepanjang tahun.
Kemenangan lainnya untuk industri ini, harga batubara termal naik secara signifikan pada akhir tahun 2020, naik dari yang terendah sekitar USD50 per ton, menjadi di atas USD80 per ton.
Simington melanjutkan, harga didorong tidak hanya oleh China tetapi juga Jepang dan negara-negara belahan bumi utara yang mengalami musim dingin. Namun, Simington juga mengatakan, sama sekali tidak ada tanda dari Pemerintah China untuk menyerah atas kebijakannya melarang batu bara Australia.
"Saya pikir Pemerintah China sedang menunjukkan kesiapannya untuk menanggung sedikit rasa sakit akibat meningkatnya harga batu bara," katanya.
Baca Juga: Prospek Batubara di Kuartal II Tergantung Kebijakan China
Hal ini, kata dia, menunjukkan kemampuan sektor ini untuk beradaptasi dengan peluang dan pasar yang berubah, dengan batubara NSW diekspor ke sekitar 20 negara berbeda sepanjang tahun.
Kemenangan lainnya untuk industri ini, harga batubara termal naik secara signifikan pada akhir tahun 2020, naik dari yang terendah sekitar USD50 per ton, menjadi di atas USD80 per ton.
Simington melanjutkan, harga didorong tidak hanya oleh China tetapi juga Jepang dan negara-negara belahan bumi utara yang mengalami musim dingin. Namun, Simington juga mengatakan, sama sekali tidak ada tanda dari Pemerintah China untuk menyerah atas kebijakannya melarang batu bara Australia.
"Saya pikir Pemerintah China sedang menunjukkan kesiapannya untuk menanggung sedikit rasa sakit akibat meningkatnya harga batu bara," katanya.
(fai)
Lihat Juga :