Sayur Kendal Ikut Tingkatkan Literasi Anak Lewat Sayembara Cerpen Anak
Sabtu, 16 Januari 2021 - 15:45 WIB
loading...
Sayur Kendal bersama GMT Institute menyelenggarakan sayembara cerpen anak dengan tema Kisah Bumi. Menyadari Indonesia sendiri masuk ke dalam posisi Negara dengan kesadaran literasi rendah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penanaman literasi sedini mungkin dapat menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. Hal itu diharapkan agar anak-anak memiliki wawasan yang luas, memiliki berbagai sudut pandang dalam memahami kehidupan sosial, dan sadar akan pentingnya memajukan bangsa Indonesia.
Indonesia sendiri masuk ke dalam posisi Negara dengan kesadaran literasi rendah. Sebuah studi World’s Most Literate Nation dari Central Connecticut State University tahun 2016, menyatakan bahwa Indonesia masuk peringkat ke 60 dari 61 negara yang dibandingkan. Hal inilah yang mendasari Sayur Kendal bersama GMT Institute untuk menyelenggarakan sayembara cerpen anak dengan tema “Kisah Bumi”.
Baca Juga: GMT Institute Gandeng Sayur Kendal ke Dunia Literasi
Tifanny Meilianti sebagai leader Kisah Bumi mengatakan, bahwa lomba ini dibuat untuk menumbuhkan lagi minat menulis yang mulai hilang oleh perkembangan zaman terutama sastra untuk anak. "Kami memilih tema kesadaran lingkungan agar anak-anak teredukasi dan mengenal alam sedari dini,” kata Tifanny Meilianti.
Selain itu, kata Tifanny, target yang ingin dicapai dalam acara ini adalah karya sastra yang dapat dinikmati oleh anak-anak dengan bahasa yang ramah dan mudah dipahami. Menyampaikan pesan lewat tulisan dengan tema kesadaran lingkungan , sehingga menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi penulis dan pembaca.
Indonesia sendiri masuk ke dalam posisi Negara dengan kesadaran literasi rendah. Sebuah studi World’s Most Literate Nation dari Central Connecticut State University tahun 2016, menyatakan bahwa Indonesia masuk peringkat ke 60 dari 61 negara yang dibandingkan. Hal inilah yang mendasari Sayur Kendal bersama GMT Institute untuk menyelenggarakan sayembara cerpen anak dengan tema “Kisah Bumi”.
Baca Juga: GMT Institute Gandeng Sayur Kendal ke Dunia Literasi
Tifanny Meilianti sebagai leader Kisah Bumi mengatakan, bahwa lomba ini dibuat untuk menumbuhkan lagi minat menulis yang mulai hilang oleh perkembangan zaman terutama sastra untuk anak. "Kami memilih tema kesadaran lingkungan agar anak-anak teredukasi dan mengenal alam sedari dini,” kata Tifanny Meilianti.
Selain itu, kata Tifanny, target yang ingin dicapai dalam acara ini adalah karya sastra yang dapat dinikmati oleh anak-anak dengan bahasa yang ramah dan mudah dipahami. Menyampaikan pesan lewat tulisan dengan tema kesadaran lingkungan , sehingga menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi penulis dan pembaca.
Lihat Juga :