Kemnaker Serahkan SKKK Keahlian Biofarmasi kepada PT Bio Farma
Senin, 18 Januari 2021 - 22:42 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyerahkan Sertifikat Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) bidang Keahlian Biopharmaceutical kepada PT Bio Farma (Persero) di Jakarta, Senin (18/1/2021).
Penyerahan SKKK ini disaksikan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat dan Plt. Direktur Stankom, Muchtar Aziz. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Budi Hartawan, mengatakan, SKKK yang diserahkan merupakan bagian dari upaya untuk mengimplementasikan peningkatan kualitas SDM di sektor kesehatan, khususnya yang akan diimplementasikan di PT Bio Farma.
(Baca juga: Menaker Beberkan 8 Penyebab Subsidi Gaji Banyak Tak Tersalurkan )
Menurut Budi, pemerintah sangat konsen dan serius dalam meminimalisasi dampak virus Covid-19, antara lain melalui kebijakan vaksinasi bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Dalam posisi ini, PT Biofarma sebagai salah satu BUMN menjadi bagian strategis dalam kebijakan vaksinasi, baik dalam produksi maupun distribusi.
"Oleh karena itu, SKKK yang kita serahkan pada hari ini menjadi momentum bagi kita semua, untuk berkomitmen seluruh proses yang dilakukan dalam proses produksi vaksin dilakukan oleh tenaga atau karyawan yang berkompeten," kata Budi.
Lebih lanjut, dia mengatakan, tenaga yang berkompeten tersebut antara lain dapat dibuktikan dengan adanya sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, SKKK ini menjadi instrumen penting untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Selain itu, SKKK ini juga menjadi instrumen dalam penyelenggaraan diklat vokasi yang akan diselenggarakan oleh lembaga diklat.
(Baca juga: Penuhi Kebutuhan Vaksin, Bio Farma Siapkan 3 Strategi )
Penyerahan SKKK ini disaksikan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat dan Plt. Direktur Stankom, Muchtar Aziz. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Budi Hartawan, mengatakan, SKKK yang diserahkan merupakan bagian dari upaya untuk mengimplementasikan peningkatan kualitas SDM di sektor kesehatan, khususnya yang akan diimplementasikan di PT Bio Farma.
(Baca juga: Menaker Beberkan 8 Penyebab Subsidi Gaji Banyak Tak Tersalurkan )
Menurut Budi, pemerintah sangat konsen dan serius dalam meminimalisasi dampak virus Covid-19, antara lain melalui kebijakan vaksinasi bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Dalam posisi ini, PT Biofarma sebagai salah satu BUMN menjadi bagian strategis dalam kebijakan vaksinasi, baik dalam produksi maupun distribusi.
"Oleh karena itu, SKKK yang kita serahkan pada hari ini menjadi momentum bagi kita semua, untuk berkomitmen seluruh proses yang dilakukan dalam proses produksi vaksin dilakukan oleh tenaga atau karyawan yang berkompeten," kata Budi.
Lebih lanjut, dia mengatakan, tenaga yang berkompeten tersebut antara lain dapat dibuktikan dengan adanya sertifikasi kompetensi. Dengan demikian, SKKK ini menjadi instrumen penting untuk menyelenggarakan uji kompetensi. Selain itu, SKKK ini juga menjadi instrumen dalam penyelenggaraan diklat vokasi yang akan diselenggarakan oleh lembaga diklat.
(Baca juga: Penuhi Kebutuhan Vaksin, Bio Farma Siapkan 3 Strategi )
Lihat Juga :