Simak! Cara Bio Farma Jaga Distribusi Vaksin Covid-19 Tetap Ampuh

loading...
Simak! Cara Bio Farma Jaga Distribusi Vaksin Covid-19 Tetap Ampuh
Petugas Puskesmas mengambil vaksin Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021). FOTO/Yulianto
JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) memiliki sejumlah alat teknologi modern yang digunakan untuk mengontrol proses produksi hingga distribusi vaksin Covid-19. Salah satunya adalah cold room (ruang pengaman) vaksin Covid-19.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut, pihaknya memiliki sepuluh cold room yang bisa menyimpan semua jenis vaksin. "Kita menyiapkan ada 10 cold room di Bio Farma dan kapasitasnya sangat cukup untuk simpan semua vaksin, ini sebelum dikirimkan ke Provinsi," ujarnya Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Dukung Pemerintah, Unilever Siap Terlibat Distribusi Vaksin Covid-19

Dia mengatakan, sepuluh cold room dilengkapi teknologi yang secara otomatis monitoring stabilitas suhu. Ruang pengaman itu juga bisa menyimpan vaksin hingga 1,5 tahun lamanya sebelum didistribusi atau digunakan secara umum.



"Kalau dalam suhu yang benar 2-8 celcius itu setahun lebih atau 1-1,5 tahun, bisa kita simpan sebelum digunakan. Kemudian juga kita monitoring stabilitas dari suhu yang ada di itu secara teknologi," kata dia.

Tak hanya itu, anggota Holding BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk atau INAF juga memiliki 48 cabang gudang vaksin yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Gudang itu juga nantinya digunakan bagi keamanan vaksin.

Baca Juga: Pelaku Usaha Logistik Siap Dilibatkan dalam Distribusi Vaksin Covid-19



Induk Holding BUMN Farmasi juga sudah menyiapkan perangkat teknologi secara end to end digunakan untuk produksi hingga distribusi vaksin kepada pemerintah daerah. Salah satu fungsi teknologi adalah mengontrol vaksin Covid-19 pada saat pengiriman.

Pada saat pengiriman, alat akan bekerja secara tepat waktu (real time). Artinya alat mampu mendeteksi lokasi vaksin didistribusikan, berapa celcius suhu yang digunakan selama pengiriman, siapa penerima, hal-hal lain yang menyangkut keamanan vaksin.

"Itu bisa dimonitor secara real time, kemana vaksin dikirimkan, jumlah vial berapa, siapa yang menerima, suhu selama penyimpanan dan segala macamnya untuk memastikan semua vaksin ini disimpan dan didistribusikan dalam suhu sesuai standar dan diterima di lokasi yang sudah disepakati pemerintah," tutur dia.

Dengan begitu, vaksin dipastikan aman hingga dilakukan vaksinasi kepada masyarakat. "Teknologi kita memang sudah siapkan digital solution yang memang sudah end to end, mulai dari pabrik kami proses produksi, distribusi dan sampai nanti diserahkan kalau nanti dengan pemerintah itu ada di provinsi," ujar Honesti.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top