Banker Is Marathoner, Not a Sprinter
Sabtu, 23 Januari 2021 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan berkelanjutan tercipta jika pertumbuhan aset diikuti dengan kemampuan untuk mengelola aset tersebut secara pruden, disiplin menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance, dan senantiasa memperhatian kapasitas dan kemampuan organisasi untuk mengelolanya. Untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan maka setiap bank harus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan manajemen risikonya.
Baca Juga : OJK Minta Bankir Berhati-hati dalam Restukturisasi Kredit
Seperti dikatakan Budi Sadikin, sebagai bankir sebaiknya kita menggunakan pendekatan “maraton”: alih-alih melakukan lompatan besar, kita mengembangkan pertumbuhan yang bertahap tapi konsisten. “Lebih baik larinya sedikit pelan, tapi konsisten,” kata Budi.
Hal ini bukan berarti bahwa bankir tidak boleh melakukan lompatan-lompatan besar. Boleh, tapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terus melihat fondasi tata kelola dan manajemen risikonya.
Belajar dari pengalaman BSM di kurun transisi 2012-2015, ketika laju pertumbuhan organisasi dipacu terlalu cepat maka pada titik tertentu kapasitas organisasi tak mampu lagi menopang laju pertumbuhan tersebut sehingga berdampak pada menurunnya kualitas aset dan pada gilirannya menggerus laba.
Baca Juga : OJK Minta Bankir Berhati-hati dalam Restukturisasi Kredit
Seperti dikatakan Budi Sadikin, sebagai bankir sebaiknya kita menggunakan pendekatan “maraton”: alih-alih melakukan lompatan besar, kita mengembangkan pertumbuhan yang bertahap tapi konsisten. “Lebih baik larinya sedikit pelan, tapi konsisten,” kata Budi.
Hal ini bukan berarti bahwa bankir tidak boleh melakukan lompatan-lompatan besar. Boleh, tapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terus melihat fondasi tata kelola dan manajemen risikonya.
Belajar dari pengalaman BSM di kurun transisi 2012-2015, ketika laju pertumbuhan organisasi dipacu terlalu cepat maka pada titik tertentu kapasitas organisasi tak mampu lagi menopang laju pertumbuhan tersebut sehingga berdampak pada menurunnya kualitas aset dan pada gilirannya menggerus laba.
(her)
Lihat Juga :