China-Australia Masih Tegang, Permintaan Batu Bara Diprediksi Naik Tahun Ini
Selasa, 26 Januari 2021 - 19:56 WIB
loading...
Permintaan batu bara tahun ini diyakini masih akan meningkat meski tidak secara signifikan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Institute for Essential Services Reform (IESR) memprediksi permintaan batu bara di tahun 2021 akan kembali meningkat. Namun, kenaikan permintaan diperkirakan tidak signifikan.
Periset Data dan Informasi Energi IESR Deon Arinaldo mengatakan, peningkatan tersebut karena salah satu faktor yakni kebijakan China yang melakukan restriksi impor dari Australia sehingga sebagian impornya dialihkan ke Indonesia.
Baca Juga: Lampaui Target, Realisasi Produksi Batu Bara Capai 561 Juta Ton
"Di 2021, untuk batu bara sendiri kami melihat permintaan batu bara akan naik kembali walaupun tidak signifikan," ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2021, Selasa (26/1/2021).
Dia menuturkan, pada laporan IETO 2021, IESR mendesak pemerintah untuk melakukan peninjauan kembali kebijakan untuk membangun PLTU batu bara serta hilirisasi dengan mempertimbangkan risiko investasi, potensi subsidi, dan lock-in infrastruktur dan emisi karbon. Selain itu, perlu ada keseimbangan antara target produksi dan permintaan batu bara baik domestik dan ekspor.
Periset Data dan Informasi Energi IESR Deon Arinaldo mengatakan, peningkatan tersebut karena salah satu faktor yakni kebijakan China yang melakukan restriksi impor dari Australia sehingga sebagian impornya dialihkan ke Indonesia.
Baca Juga: Lampaui Target, Realisasi Produksi Batu Bara Capai 561 Juta Ton
"Di 2021, untuk batu bara sendiri kami melihat permintaan batu bara akan naik kembali walaupun tidak signifikan," ujarnya dalam Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2021, Selasa (26/1/2021).
Dia menuturkan, pada laporan IETO 2021, IESR mendesak pemerintah untuk melakukan peninjauan kembali kebijakan untuk membangun PLTU batu bara serta hilirisasi dengan mempertimbangkan risiko investasi, potensi subsidi, dan lock-in infrastruktur dan emisi karbon. Selain itu, perlu ada keseimbangan antara target produksi dan permintaan batu bara baik domestik dan ekspor.
Lihat Juga :