Bos Krakatau Steel: Industri Baja Nasional Diperlakukan Tidak Adil

Jum'at, 29 Januari 2021 - 13:24 WIB
loading...
Bos Krakatau Steel:...
Industri baja nasional merasa tidak diperlakukan dengan adil terkait kemudahan masuknya produk baja impor. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengungkapkan bahwa selama ini industri baja nasional tidak diperlakukan secara adil. Akibatnya, industri nasional tidak bisa bersaing dengan produk baja impor .

"Kita tidak bisa menghindari impor 100%, impor itu perlu ada tapi jumlahnya dan caranya itu harus fair," katanya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: PUPR Larang Barang Impor, Peluang Baja Ringan Lokal Ramah Lingkungan

Menurutnya, jika industri baja nasional diperlakukan secara adil, maka baja nasional tidak akan kalah dengan baja impor. Sebab, tegas Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk itu, secara kualitas baja lokal tidak kalah dengan baja impor.

"Kalau terjadi fairness, maka baja lokal tidak akan kalah. Karena yang setiap didengungkan itu kan baja lokal mahal, dan itu tidak benar," terangnya.

Ia menyampaikan, masalah yang sering terjadi dalam pasar baja saat ini adalah ketidakadilan. khususnya di negara-negara yang pengawasan impornya tidak ketat.

"Kalau kita bicara fair, baja impor tidak bisa masuk seenaknya. Negara yang pengawasan impornya rendah, nah itu yang menjadi sasaran," jelasnya.

Baca Juga: Tanpa Perlindungan Pemerintah, 100 Ribu Tenaga Kerja Industri Baja Terancam PHK

Silmy membeberkan, bahwa impor baja bisa masuk dengan memalsukan kode HS. Dengan sedikit perubahan, maka kode HS itu bisa diisi sehingga memperoleh bea masuk nol persen.

"Baja itu kan relatif sama kalau dilihat. Dengan sedikit perubahan maka mereka bisa mendapatkan bea masuk nol persen dan ini tidak fair karena yang dilakukan adalah produk dumping atau buangan," tutupnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
KRAS Ambil Bagian dalam...
KRAS Ambil Bagian dalam Hilirisasi Nasional Fase 2: Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional
Perkuat Masa Depan Industri...
Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional, Danantara Bersama DPR Kawal Kinerja KRAS
KRAS Reborn: Jurus Baru...
KRAS Reborn: Jurus Baru Krakatau Steel Tinggalkan Masa Sulit, Incar Pendapatan Rp26,8 T
Purbaya Buru 40 Perusahaan...
Purbaya Buru 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Ada dari China hingga Indonesia
Banjir Baja Impor Bikin...
Banjir Baja Impor Bikin Pengusaha Konstruksi Resah, Purbaya Sentil Bea Cukai
Pekerjakan Disabilitas,...
Pekerjakan Disabilitas, Krakatau Steel-Kemnaker Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif
Krakatau Steel Adakan...
Krakatau Steel Adakan Mudik Gratis ke Tasik, Yogya, dan Surabaya
Hyundai Bangun Pabrik...
Hyundai Bangun Pabrik Baja Rp320 Triliun di Amerika Agar Tetap Cuan Jualan Mobil
Rekomendasi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved