OPEC dan Rusia Setuju Pangkas Produksi Minyak Besar-besaran
Senin, 13 April 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Energi Saudi mengatakan pengurangan minyak yang efektif OPEC + adalah 12,5 juta barel per hari. Dalam pernyataan dari Gedung Putih, Trump menyambut komitmen Arab Saudi dan Rusia untuk mengembalikan produksi minyak ke tingkat yang konsisten dengan energi global dan stabilitas pasar keuangan.
Sebelumnya di Twitter, Trump menulis: "Kesepakatan Minyak besar dengan OPEC + selesai. Ini akan menghemat ratusan ribu pekerjaan energi di Amerika Serikat," ujarnya seperti dikutip Reuters, Senin (13/4/2020).
Berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Raja Saudi Salman karena mendorong kesepakatan, Trump menambahkan: "Saya baru saja berbicara dengan mereka ... Sangat bagus untuk semua," tandasnya.
Total pemotongan global akan mencakup kontribusi dari non-anggota, pemotongan sukarela yang lebih curam oleh beberapa anggota OPEC + dan pembelian stok strategis oleh konsumen terbesar dunia.
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan kepada Reuters bahwa pengurangan efektif yang nyata oleh OPEC + akan total 12,5 juta barel per hari karena Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait akan memotong pasokan lebih curam karena output yang lebih tinggi pada bulan April.
Sebelumnya di Twitter, Trump menulis: "Kesepakatan Minyak besar dengan OPEC + selesai. Ini akan menghemat ratusan ribu pekerjaan energi di Amerika Serikat," ujarnya seperti dikutip Reuters, Senin (13/4/2020).
Berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Raja Saudi Salman karena mendorong kesepakatan, Trump menambahkan: "Saya baru saja berbicara dengan mereka ... Sangat bagus untuk semua," tandasnya.
Total pemotongan global akan mencakup kontribusi dari non-anggota, pemotongan sukarela yang lebih curam oleh beberapa anggota OPEC + dan pembelian stok strategis oleh konsumen terbesar dunia.
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan kepada Reuters bahwa pengurangan efektif yang nyata oleh OPEC + akan total 12,5 juta barel per hari karena Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait akan memotong pasokan lebih curam karena output yang lebih tinggi pada bulan April.
Lihat Juga :