Pemerintah Tancap Gas Dorong Keringan Utang BUMN
Senin, 01 Februari 2021 - 12:56 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, ada sejumlah skema restrukturisasi utang BUMN . Pemegang saham akan tancap gas untuk mendorong keringanan utang perseroan pelat merah di awal tahun 2021.
Dalam proses restrukturisasi, ada sejumlah tugas yang diberikan pemegang saham kepada direksi perseroan negara. Pertama, para manajemen diminta untuk meningkatkan pergerakan uang masuk (cash flow) perusahaan. ( Baca juga:Menteri BUMN Erick Thohir: Apa Lu Mau Gue Ada )
Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas juga menginginkan agar pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), perlu digenjot manajemen, disamping memperbaiki operational excellence perusahaan.
"Ada restrukturisasi lain yang nantinya akan dijalankan di PTPN III (PT Perkebunan Nusantara III). Saya hadir dalam kesempatan ini tentunya memberikan support dan menunjukkan bahwa dari pemegang saham kita betul-betul serius mendorong PTPN Group untuk melakukan transformasi," ujar Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Mansury dikutip Senin (1/2/2021).
Khusus untuk holding Perkebunan Nusantara, pemegang saham juga meminta agar direksi meningkatkan kinerja seluruh anak-anak perusahaan.
"Dan juga peningkatan dari komunitas yang dihasilkan termasuk juga refocusing terhadap komunitas yang nantinya akan dihasilkan. Meningkatkan kinerjanya ke depan sehingga hari ini kita dapat melakukan penandatanganan Master Amendment Agreement Transformasi Keuangan PTPN III," katanya.
PTPN III mencatat utang sebesar Rp45,3 triliun. Sumber utang berasal dari 23 bank sebesar Rp41,2 triliun dan sisanya dalam bentuk surat utang.
Dalam proses restrukturisasi, ada sejumlah tugas yang diberikan pemegang saham kepada direksi perseroan negara. Pertama, para manajemen diminta untuk meningkatkan pergerakan uang masuk (cash flow) perusahaan. ( Baca juga:Menteri BUMN Erick Thohir: Apa Lu Mau Gue Ada )
Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas juga menginginkan agar pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA), perlu digenjot manajemen, disamping memperbaiki operational excellence perusahaan.
"Ada restrukturisasi lain yang nantinya akan dijalankan di PTPN III (PT Perkebunan Nusantara III). Saya hadir dalam kesempatan ini tentunya memberikan support dan menunjukkan bahwa dari pemegang saham kita betul-betul serius mendorong PTPN Group untuk melakukan transformasi," ujar Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Mansury dikutip Senin (1/2/2021).
Khusus untuk holding Perkebunan Nusantara, pemegang saham juga meminta agar direksi meningkatkan kinerja seluruh anak-anak perusahaan.
"Dan juga peningkatan dari komunitas yang dihasilkan termasuk juga refocusing terhadap komunitas yang nantinya akan dihasilkan. Meningkatkan kinerjanya ke depan sehingga hari ini kita dapat melakukan penandatanganan Master Amendment Agreement Transformasi Keuangan PTPN III," katanya.
PTPN III mencatat utang sebesar Rp45,3 triliun. Sumber utang berasal dari 23 bank sebesar Rp41,2 triliun dan sisanya dalam bentuk surat utang.
Lihat Juga :