EBT KO vs Fosil, Kiai Ma'ruf: RI Perlu Belajar dari Jerman
Senin, 01 Februari 2021 - 16:31 WIB
loading...
Wapres RI KH. Ma’ruf Amin. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan Indonesia masih terus tergantung dengan energi fosil yang sebagian besar justru diimpor. Seperti elpiji, sebanyak 70% masih diimpor dari luar negeri sedangkan negara lain sudah mulai beralih ke energi terbarukan (ET).
"Ketergantungan kita terhadap energi fosil yang diimpor itu harus secara bertahap diganti dengan energi yang bersumber dari energi terbarukan yang tersedia secara lokal," katanya di acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Eropa EBT Jadi Idola, di NKRI Migas Masih Juaranya!
Dia mengatakan berdasarkan Dewan Energi Nasional (DEN) bauran energi nasional tahun 2019 sebesar 37,15% dari batubara. Kemudian 33,58% dari minyak bumi dan 20,13% dari gas bumi. Sementara itu 9,15% dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Maruf menekankan bahwa pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu program prioritas untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap impor energi fosil. Namun saat ini target penggunaan energi terbarukan masih jauh dari target.
"Pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan pada tahun 2025 sebesar 23% dan terus ditingkatkan sampai 31% tahun 2050. Namun saat ini kita masih jauh dari target tersebut, karena pemanfaatan energi baru terbarukan saat ini masih berada di kisaran 9,15%," ujarnya
Dia menyebut bahwa Indonesia perlu belajar dari beberapa negara yang telah sukses dalam pemanfaatan energi baru terbarukan seperti Jerman. Di mana bauran energi primer dari EBT telah mencapai 85% dari energi nasionalnya.
"Ketergantungan kita terhadap energi fosil yang diimpor itu harus secara bertahap diganti dengan energi yang bersumber dari energi terbarukan yang tersedia secara lokal," katanya di acara Dies Natalis ke-5 Universitas Pertamina, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Eropa EBT Jadi Idola, di NKRI Migas Masih Juaranya!
Dia mengatakan berdasarkan Dewan Energi Nasional (DEN) bauran energi nasional tahun 2019 sebesar 37,15% dari batubara. Kemudian 33,58% dari minyak bumi dan 20,13% dari gas bumi. Sementara itu 9,15% dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Maruf menekankan bahwa pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu program prioritas untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap impor energi fosil. Namun saat ini target penggunaan energi terbarukan masih jauh dari target.
"Pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan pada tahun 2025 sebesar 23% dan terus ditingkatkan sampai 31% tahun 2050. Namun saat ini kita masih jauh dari target tersebut, karena pemanfaatan energi baru terbarukan saat ini masih berada di kisaran 9,15%," ujarnya
Dia menyebut bahwa Indonesia perlu belajar dari beberapa negara yang telah sukses dalam pemanfaatan energi baru terbarukan seperti Jerman. Di mana bauran energi primer dari EBT telah mencapai 85% dari energi nasionalnya.
Lihat Juga :