Genjot Transaksi Properti, LJ Hooker Indonesia Tambah Kantor dan Bidik 400 Property Consultant Baru
Selasa, 02 Februari 2021 - 01:29 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Oka, saat ini banyak katalisator yang bisa mendorong roda industri properti untuk bergerak lebih cepat. Antara lain nilai tukar rupiah stabil, Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 4,8% hingga 5,8% tahun ini dengan didukung perbaikan sejumlah komponen penyusun Produk Domestik Bruto (PDB).
Kemudian omnibus law (UU Cipta Kerja). Dengan omnibus law, FDI (foreign direct invesment) naik sehingga bisa mendorong permintaan properti. Pelaksanaan vaksinasi juga membawa optimisme bagi kalangan pelaku industri properti. Lalu suku bunga KPR relatif rendah dengan fixed tenorlebih panjang. Hal itu membuat rumah tapak (landed house) diminati. ( Baca juga:Mengucap Bismillah, Jokowi: Bank Syariah Indonesia Saya Nyatakan Resmi Berdiri )
“Pasar sekunder harganya terkoreksi. Sementara pasar primer lagi hujan diskon dan developer lagi berlomba-lomba bikin rumah dengan harga lebih terjangkau. It’s Time to Buy. Jangan kehilangan momentum. Saat ini masyarakat sudah banyak yang sadar dan membeli properti di pasar sekunder maupun primer,” kata Oka.
Ditambahkan Oka, saat ini pesanan terhadap tanah industri di Jawa Timur dan properti di Bali meningkat. “Orang India, Tiongkok, masih percaya kekuatan Indonesia dan ke depan prospeknya bagus. Orang asing optimistis dan siap melakukan ekspansi usaha di Indonesia,” kata Oka.
Kemudian omnibus law (UU Cipta Kerja). Dengan omnibus law, FDI (foreign direct invesment) naik sehingga bisa mendorong permintaan properti. Pelaksanaan vaksinasi juga membawa optimisme bagi kalangan pelaku industri properti. Lalu suku bunga KPR relatif rendah dengan fixed tenorlebih panjang. Hal itu membuat rumah tapak (landed house) diminati. ( Baca juga:Mengucap Bismillah, Jokowi: Bank Syariah Indonesia Saya Nyatakan Resmi Berdiri )
“Pasar sekunder harganya terkoreksi. Sementara pasar primer lagi hujan diskon dan developer lagi berlomba-lomba bikin rumah dengan harga lebih terjangkau. It’s Time to Buy. Jangan kehilangan momentum. Saat ini masyarakat sudah banyak yang sadar dan membeli properti di pasar sekunder maupun primer,” kata Oka.
Ditambahkan Oka, saat ini pesanan terhadap tanah industri di Jawa Timur dan properti di Bali meningkat. “Orang India, Tiongkok, masih percaya kekuatan Indonesia dan ke depan prospeknya bagus. Orang asing optimistis dan siap melakukan ekspansi usaha di Indonesia,” kata Oka.
(uka)
Lihat Juga :