Bangun Sentra Perikanan di 6 Pulau Terluar RI, Jepang Transfer Rp704 Miliar ke KKP

Selasa, 02 Februari 2021 - 15:17 WIB
loading...
Bangun Sentra Perikanan di 6 Pulau Terluar RI, Jepang Transfer Rp704 Miliar ke KKP
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kerja sama pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam pulau terluar di wilayah Republik Indonesia. JICA memberikan dukungan pendanaan hibah sebesar Rp704 miliar untuk pembangunan tersebut.

"Jadi telah ditandatangani grant (hibah) tahap kedua antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. Jadi negara Indonesia melalui KKP mendapatkan hibah sebesar 5,5 miliar yen atau setara Rp704 miliar," ujar Sekjen KKP Antam Novambar di Jakarta, Selasa (2/2/2021).

(Baca juga: Gawat, Mobil Listrik Bakal Bunuh Mobil-mobil Imut Jepang )

Dia menjelaskan, hibah ini tanpa ikatan berarti tidak dibayar dengan dicicil seperti utang, dan baru pertama kalinya ditransfer langsung ke KKP, di mana biasanya hibah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Tercatat keenam wilayah itu yakni Natuna, Morotai, Sabang, Saumlaki, Moa, dan Biak, ditentukan oleh pihak JICA setelah mendapatkan kisi-kisi dari pihak KKP.

"Saya sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas kerja sama melalui bantuan hibah langsung bagi pembangunan di 6 lokasi SKPT. SKPT merupakan pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu mulai dari hulu sampai ke hilir, yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal berbasis perikanan," ungkap dia.

(Baca juga: Hibah Pariwisata Harus Dikejar, Pelaku Usaha Butuh Suntikan Dana )

Dia juga menuturkan hibah tersebut efektif sampai dengan pembangunan fisik selesai. Sejak hibah tahap pertama ditandatangani pada 31 Juli 2018, sudah banyak capaian yang dilakukan oleh KKP.

"Pada hibah tahap pertama, banyak capaian yang telah dilaksanakan seperti pengadaan konsultan manajemen, konsultan perencanaan, konsultan pengawasan, konsultan lingkungan, pengadaan kontraktor, dan juga pelaksanaan konstruksi pembangunan pelabuhan perikanan dan pasar ikan di Biak. Pembangunan tahap kedua diharapkan selesai tahun 2024," tandas dia.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1118 seconds (10.55#12.26)