Nanjak Terus! ICP Kini USD53,17 per Barel
Selasa, 02 Februari 2021 - 18:03 WIB
loading...
ICP meningkat menjadi USD53,17 per barel, atau naik USD5,39 per barel dari USD47,78 per barel di bulan Desember 2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan perhitungan formula Indonesia Crude Price (ICP) , harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada bulan Januari 2021 meningkat menjadi USD53,17 per barel, atau naik USD5,39 per barel dari USD47,78 per barel di bulan Desember 2020.
ICP Sumatra Light Crude (SLC) juga naik sebesar USD4,94 per barel dari USD49,47 per barel menjadi USD 54,41 per barel. Tim Harga Minyak Indonesia memaparkan, kenaikan ini sejalan dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Januari 2021 dibanding Desember 2020.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Dipicu Turunnya Stok Minyak AS dan Kasus Covid China
Kenaikan ini disebabkan pertemuan negara-negara OPEC+ yang menyepakati untuk melanjutkan pemotongan produksi sebesar 7,2 juta barel per hari hingga bulan Maret 2021 serta komitmen Arab Saudi untuk menambah pemotongan produksi secara sukarela sebesar 1 juta barel di bulan Februari dan Maret 2021 sebagai bagian dari OPEC+ Supply Agreement.
Selain itu, tingkat kepatuhan OPEC+ terhadap kesepakatan pemotongan produksi di bulan Januari 2021 mencapai rata-rata 85%, lebih tinggi dibandingkan kepatuhan di bulan Desember 2020 yang mencapai 75%.
ICP Sumatra Light Crude (SLC) juga naik sebesar USD4,94 per barel dari USD49,47 per barel menjadi USD 54,41 per barel. Tim Harga Minyak Indonesia memaparkan, kenaikan ini sejalan dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Januari 2021 dibanding Desember 2020.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Dipicu Turunnya Stok Minyak AS dan Kasus Covid China
Kenaikan ini disebabkan pertemuan negara-negara OPEC+ yang menyepakati untuk melanjutkan pemotongan produksi sebesar 7,2 juta barel per hari hingga bulan Maret 2021 serta komitmen Arab Saudi untuk menambah pemotongan produksi secara sukarela sebesar 1 juta barel di bulan Februari dan Maret 2021 sebagai bagian dari OPEC+ Supply Agreement.
Selain itu, tingkat kepatuhan OPEC+ terhadap kesepakatan pemotongan produksi di bulan Januari 2021 mencapai rata-rata 85%, lebih tinggi dibandingkan kepatuhan di bulan Desember 2020 yang mencapai 75%.
Lihat Juga :