Biayai Infrastruktur, Pemerintah Incar Dana Pensiun Orang Asing Lewat LPI

Rabu, 03 Februari 2021 - 13:09 WIB
loading...
Biayai Infrastruktur,...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah membeberkan ada tiga jenis investor asing yang akan ditargetkan untuk berinvestasi di Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) . Saat ini pemerintah tengah menjalin komunikasi dengan para investor tersebut.

Wakil Menteri II Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menuturkan, ada beberapa nama investor yang sudah dikantongi pemerintah. Salah satunya adalah sovereign wealth fund (SWF) negara lain.

"Awalnya kami bertujuan untuk memiliki tiga tipe investor negara lain, karena itu kami sedang berdiskusi dengan SWF yang telah menjalani diskusi-diskusi intensif," ujar Tiko dalam gelaran Mandiri investment forum, Rabu (3/2/2021). ( Baca juga:RI Baru Mau Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik, Investor Asing Sudah Melirik )

Untuk mencari aset Indonesia Investment Authority dengan imbal hasil yang stabil, pemerintah menargetkan investor asing di jalur dana pensiun. Saat ini pemerintah membidik investasi dana pensiun di dua negara, yakni Belanda dan Kanda. Sedangkan Investor lain yang akan menjadi mitra pemerintah adalah investor yang bergerak di sektor infrastruktur, teknologi, dan kesehatan.

"Ada beberapa nama yang kita bicarakan tentang dana pensiun dari Kanada dan Belanda, dan lain sebagainya. Dan ketiga tentu saja, pemain di private equity, bukan hanya private equity secara umum tetapi juga private equity yang memiliki ketertarikan secara spesifik di sektor infrastruktur, teknologi, ataupun kesehatan," kata dia.

Dalam dua tahun pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kementerian BUMN mengakui masih tetap fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, seperti bandar udara (bandara), pelabuhan, dan jalan tol.

Pembangunan infrastruktur tidak saja dilakukan oleh BUMN Karya, namun pemerintah memberikan tempat bagi perusahaan global untuk ambil andil dalam penggarapan proyek tersebut. Tiko menyebut, hal itu menjadi kesempatan baik untuk memperbaiki kapasitas aset perseroan pelat merah pasca-pandemi Covid-19.

"Dalam dua tahun pertama, kami akan fokus pada aset infrastruktur, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Saya pikir itu sangat jelas, kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kualitas aset, dan juga meluaskan kapasitas dengan mitra global, untuk membawa trafik dan penciptaan nilai setelah pandemi," kata Tiko.

Dalam kajian pemerintah, pembangunan infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan menjadi fasilitas strategis untuk menopang lalu lintas atau perjalanan di tingkat domestik dan internasional. ( Baca juga:Isu Kudeta AHY Mujarab Cegah Pengambilan Paksa Partai Demokrat lewat Kemenkumham )

"Saya pikir bandara dan pelabuhan akan sangat menarik dalam jangka menengah. Seperti yang Anda tahu, lalu lintas domestik Indonesia sangat tinggi, maka kami percaya pemulihan trafik, misalnya bandara, akan lebih cepat melayani bandara internasional. Ini adalah poin yang kuat untuk mengundang investor untuk terlibat dalam proyek infrastruktur. Trafik lokal, dari penumpang dan kargo di Indonesia, saya pikir akan pulih lebih cepat dari internasional," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Di Depan Investor Asing,...
Di Depan Investor Asing, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi di RI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
TNI Hidupkan Desa yang...
TNI Hidupkan Desa yang Lama 'Mati Suri' di Pedalaman Jambi
Rekomendasi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
Pemerintah Kucurkan...
Pemerintah Kucurkan Rp52,5 Triliun untuk Dana BOS 2021
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved