Konsolidasi Tri-Indosat, Opsi Backdoor Listing Ikut Dibahas

Rabu, 03 Februari 2021 - 19:00 WIB
loading...
Konsolidasi Tri-Indosat,...
Opsi backdoor listing turut dibahas dalam proses konsolidasi bisnis antara Indosat dan Tri. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Rencana konsolidasi dua perusahaan telekomunikasi , PT Indosat Tbk (ISAT) dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) hingga saat ini belum ada kepastian. Namun beredar kabar dalam konsolidasi tersebut, Tri akan bertindak sebagai pengendali, sehingga tidak menutup kemungkinan rencana tersebut bagian dari upaya backdoor listing.

Dalam riset yang dipublikasikan BRI-Danareksa Sekuritas, ada peluang Tri Indonesia menjadi pemegang saham pengendali perusahaan hasil merger. Tri, misalnya baru-baru ini termasuk salah satu operator yang memenangkan lelang frekuensi untuk pengembangan jaringan 5G di Indonesia.

Baca Juga: Merger dengan Indosat, Tri Bisa Backdoor Listing

Sedangkan, Indosat, lanjut riset tersebut, secara operasional, Indosat sedang mengalami perubahan haluan yang membenahi organisasinya dengan redundansi karyawan dan menetapkan arah yang jelas menuju modernisasi jaringan dengan 4G.

Beberapa kalangan menyebutkan bahwa merger antara Tri dan Indosat akan menjadi backdoor listing bagi Tri. Sebab saat ini Tri bukan merupakan perusahaan publik. Sehingga dengan menjadi bagian Indosat maka secara tidak langsung Tri masuk dalam bursa saham.

Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia Danny Buldansyah tidak membantah bila ada opsi skema backdoor listing dalam strategi konsolidasi nanti. Sampai sekarang kedua operator telekomunikasi Indonesia tersebut saat ini masih dalam proses pembahasan atas aksi konsolidasi bisnis tersebut.

"Memang posisi ISAT merupakan perusahaan terbuka di pasar modal. Saat ini kami mengkaji skema apa yang tepat untuk rencana konsolidasi kami. Tapi kedua perusahaan dipastikan akan mempunyai peran yang tetap signifikan," ujar Buldansyah di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Danny menambahkan pembahasan yang dilakukan menyentuh banyak hal seperti persiapan sumber daya manusia, tim dan lain sebagainya. Setelah 30 April 2021 nanti, pembahasan akan dilanjutkan masuk ke hal yang lebih detail.

Menurut Danny, pembahasan akan selesai tepat waktu atau lebih cepat. Pengumuman mengenai rencana konsolidasi ini akan disampaikan pada akhir April atau lebih cepat.

Sementara, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI),I Gede Nyoman Yetna Setia, mengatakan skema backdoor listing sejatinya belum diatur dalam aturan BEI. Namun seringkali konsep tersebut sering diterjemahkan sebagai upaya sinergi yang memanfaatkan perusahaan yang sudah tercatat di pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Merger Indosat dan Tri Dinilai Masih Menarik Dilakukan

Menurut Nyoman, BEI sebagai otoritas merestui aksi korporasi ini (backdoor listing Tri), dengan prasyarat telah memperoleh persetujuan pada rapat umum pemegang saham (RUPS) dan pernyataan pendaftaran di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah dinyatakan efektif.

"BEI mendukung rencana perusahaan tercatat untuk melakukan aksi korporasi dalam upaya melanjutkan kelangsungan usaha perseroan (going concern) dan meningkatkan value perusahaan," ujar Nyoman saat dikonfirmasi hari ini.

Saat ini, komposisi kepemilikan saham Indosat terdiri atas Ooredoo Asia Pte Ltd (65%), publik (20,71%) dan pemerintah RI (14,29%). Sementara saham Tri Indonesia dikuasai oleh Hutchison Whampoa (66%) dan sebesar 33% dimiliki oleh Boy Thohir dan Northstar Pacific.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Banyak Perusahaan Telat...
Banyak Perusahaan Telat Notifikasi ke KPPU usai Merger dan Akuisisi
Pakar Pelabuhan Kritik...
Pakar Pelabuhan Kritik Rencana Merger PELNI hingga Pelindo, Alihkan Beban Negara ke BUMN Komersial
Bos Danantara Ungkap...
Bos Danantara Ungkap Alasan di Balik Rencana Keterlibatan Merger GoTo-Grab
Merger BUMN Karya Tidak...
Merger BUMN Karya Tidak Selesai Tahun Ini, COO Danantara: Kuartal I 2026
Menakar Peluang Merger...
Menakar Peluang Merger GOTO dan Grab, Siapa yang Dicaplok?
Indosat Hadirkan Layanan...
Indosat Hadirkan Layanan dan Paket Roaming untuk Jemaah Haji di Wilayah JAYA
Momen Ketua Komisi XIII...
Momen Ketua Komisi XIII DPR Singgung Isu Merger Gerindra-Nasdem
Indosat Gandeng Google...
Indosat Gandeng Google Hadirkan Akses Gemini AI untuk Pelanggan IM3 dan Tri
Rekomendasi
Gestur Mesra Sarwendah...
Gestur Mesra Sarwendah dan Gio saat Live Tuai Kritikan, Disebut Tak Sopan
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Berita Terkini
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Infografis
3 Negara Muslim Ikut...
3 Negara Muslim Ikut Halau Serangan Rudal Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved