Merger Indosat dan Tri Dinilai Masih Menarik Dilakukan

Kamis, 28 Januari 2021 - 02:00 WIB
loading...
Merger Indosat dan Tri...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat pasar modal dari MNC Asset Management Edwin Sebayang menilai rencana merger antara PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Hutchison Tri Indonesia akan prospektif untuk masa depan. ( Baca juga:Indosat Buka Suara Terkait Rencana Merger dengan Operator Tri )

Keduanya diketahui telah menandatangani MoU yang tidak mengikat secara hukum. MoU itu terkait dengan potensi transaksi untuk mengkombinasikan dua perusahaan telekomunikasi di Indonesia, yaitu Indosat dan Tri.

Edwin menilai ada banyak potensi bisnis yang bisa dikembangkan kedua perusahaan untuk jadi lebih efisien dalam beroperasi. Bahkan menurutnya potensi yang dimiliki tidak hanya sekedar mengembangkan 5G semata.

"Saya melihat tujuan mereka merger bukan hanya untuk mengerjakan 5G tapi ada bisnis lain yang masih dapat mereka lakukan," ujar Edwin saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini (27/1). ( Baca juga:Jaga Iran Tetap Terkendali, AS Terus Kirim Pembom ke Teluk Persia )

Indosat sendiri diketahui terus melakukan ekspansi untuk jaringan 4G. Hingga kuartal tiga 2020 Indosat telah memiliki 59.969 Base Transceiver Station (BTS) atau bertambah 30.652 unit. Kenaikan tersebut menjadi yang paling tinggi dibanding kompetitor lainnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Banyak Perusahaan Telat...
Banyak Perusahaan Telat Notifikasi ke KPPU usai Merger dan Akuisisi
Pakar Pelabuhan Kritik...
Pakar Pelabuhan Kritik Rencana Merger PELNI hingga Pelindo, Alihkan Beban Negara ke BUMN Komersial
Bos Danantara Ungkap...
Bos Danantara Ungkap Alasan di Balik Rencana Keterlibatan Merger GoTo-Grab
Merger BUMN Karya Tidak...
Merger BUMN Karya Tidak Selesai Tahun Ini, COO Danantara: Kuartal I 2026
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Indosat Hadirkan Layanan...
Indosat Hadirkan Layanan dan Paket Roaming untuk Jemaah Haji di Wilayah JAYA
Momen Ketua Komisi XIII...
Momen Ketua Komisi XIII DPR Singgung Isu Merger Gerindra-Nasdem
Rekomendasi
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved