RI Usul Pariwisata Masuk dalam ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework
Sabtu, 06 Februari 2021 - 05:59 WIB
loading...
A
A
A
Angela mengatakan, jika perluasan ATCAF bisa berjalan dengan baik, maka kepercayaan dan wisatawan akan tumbuh dan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kawasan dapat kembali pulih.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di negara-negara ASEAN Plus Three meningkat setiap tahunnya. Pada 2019, total kunjungan wisatawan mencapai 337.944.726 meningkat 4,76 persen dari tahun 2018 sebesar 322.604.342 wisatawan. Namun di tahun 2020, pandemi membuat kunjungan wisatawan menurun drastis 81.5 persen. "Harapan kami, China, Jepang, dan Korea juga bisa berpartisipasi dalam program ini," kata Angela.
(Baca juga: Polda Metro Jaya: 172 Perkantoran dan 599 Restoran Langgar Protokol Kesehatan )
Sementara untuk konteks kerja sama pariwisata ASEAN, Indonesia mengusulkan dua gagasan utama. Pertama adalah penyusunan direktori ASEAN Plus Three Tourism and Training Education Network (APTTEN) dan kedua, Perluasan ASEAN MRA-TP Agreement to Plus Three Countries. "Kami yakin program-program tersebut akan bermanfaat bagi hubungan kami, maka kami mohon dukungannya dalam hal ini," kata Angela.
Baca juga: Lockdown Akhir Pekan, Bisnis Hotel Tinggal Nunggu Sekarat
Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional dikatakan Angela, merupakan salah satu prioritas yang dijalankan pemerintah Indonesia pada 2020. Kemenparekraf/Baparekraf telah meluncurkan dan mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE termasuk program sertifikasi gratis CHSE secara nasional bagi bisnis pariwisata.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di negara-negara ASEAN Plus Three meningkat setiap tahunnya. Pada 2019, total kunjungan wisatawan mencapai 337.944.726 meningkat 4,76 persen dari tahun 2018 sebesar 322.604.342 wisatawan. Namun di tahun 2020, pandemi membuat kunjungan wisatawan menurun drastis 81.5 persen. "Harapan kami, China, Jepang, dan Korea juga bisa berpartisipasi dalam program ini," kata Angela.
(Baca juga: Polda Metro Jaya: 172 Perkantoran dan 599 Restoran Langgar Protokol Kesehatan )
Sementara untuk konteks kerja sama pariwisata ASEAN, Indonesia mengusulkan dua gagasan utama. Pertama adalah penyusunan direktori ASEAN Plus Three Tourism and Training Education Network (APTTEN) dan kedua, Perluasan ASEAN MRA-TP Agreement to Plus Three Countries. "Kami yakin program-program tersebut akan bermanfaat bagi hubungan kami, maka kami mohon dukungannya dalam hal ini," kata Angela.
Baca juga: Lockdown Akhir Pekan, Bisnis Hotel Tinggal Nunggu Sekarat
Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional dikatakan Angela, merupakan salah satu prioritas yang dijalankan pemerintah Indonesia pada 2020. Kemenparekraf/Baparekraf telah meluncurkan dan mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE termasuk program sertifikasi gratis CHSE secara nasional bagi bisnis pariwisata.
Lihat Juga :