Pengusaha Minta Regulasi Vape Dibedakan dengan Rokok Konvensional

Senin, 08 Februari 2021 - 20:18 WIB
loading...
Pengusaha Minta Regulasi...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pelaku industri Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) berharap agar pemerintah dapat memisahkan regulasi industri rokok elektrik dan rokok konvensional. Sebab, menurut Asosiasi Personal Vape Indonesia (APVI) , kedua produk ini memiliki fungsi yang berbeda.

"Kami berharap suatu hari nanti produk kami regulasinya berbeda dengan rokok karena dari fungsi dan pemanfaatan juga berbeda," kata Sekretaris Umum APVI Garindra Kartasasmita dalam Market Review IDX Channel, Senin (8/2/2021).

(Baca juga: Kejelasan SNI Vape Dibutuhkan Demi Perlindungan Konsumen )

Dia mengatakan, dalam beberapa penelitian Vape digunakan sebagai terapi untuk berhenti merokok. Dari segi kesehatan Vape memiliki resiko 95 persen lebih rendah dibanding rokok konvensional.

"Di beberapa negara yang pemerintahnya mendukung industri Vape memang memisahkan regulasinya dengan rokok. Sehingga penetapan cukai terhadap industri ini berbeda," terangnya. (Baca juga: APVI Minta Tarif Cukai Liquid Vape Turun Jadi 20 Persen )

Garindra menambahkan bahwa industri ini memiliki potensi yang besar. Untuk itu pihaknya membutuhkan dukungan dari pemerintah. Dia memprediksi pada tahun ini produk Vape akan tumbuh sebesar 30 persen. "Kita yakin dengan adanya penanganan pandemi Covid-19 dengan vaksinasi, industri Vape akan tumbuh sebesar 30 persen," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukses Teknologi Perluas...
Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, PT Delta Perkuat Akses Produk Resmi
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
FDA Setujui Klaim Risiko...
FDA Setujui Klaim Risiko Lebih Rendah untuk 20 Varian ZYN
Rekomendasi
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved