Erick Thohir Blak-blakan: Pemerintah Terbebani oleh Vaksin Gratis dan Bansos
Senin, 08 Februari 2021 - 21:30 WIB
loading...
Menteri BUMN, Erick Thohir mengakui, pemerintah terbebani dengan adanya pengadaan vaksin Covid-19 dari hasil kerja sama sejumlah produsen farmasi global. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui, pemerintah terbebani dengan adanya pengadaan vaksin Covid-19 dari hasil kerja sama sejumlah produsen farmasi global. Secara agregat, Indonesia diperkirakan memperoleh 663 juta vaksin Covid-19 .
Baca Juga: Jika Corona Belum Berakhir September, Beban APBN Makin Berat
Beban anggaran negara itu ditopang oleh upaya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih dialokasikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
"Pengadaan vaksin Covid-19 pemerintah sangat terbebani, walaupun saya tahu tidak hanya pembelian vaksin yang dibicarakan secara gratis, pemerintah juga melakukan hal-hal lain yang sudah dilakukan seperti bansos (bantuan sosial) dan lain-lain," ujar Erick Senin (8/2/2021).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran penyediaan vaksin sebesar Rp74 triliun yang rencananya dipenuhi melalui alokasi APBN 2021 sebesar Rp18 triliun, realokasi anggaran PCPEN Tahun 2020 sebesar Rp36,4 triliun, serta refocusing dan realokasi belanja K/L.
Tambahan pagu anggaran Kemenkes untuk pengadaan vaksin Rp637 miliar pada tahun 2020 dan untuk 2021 ada sisa anggaran yang di passthrough tahun 2021 di dalam rangka untuk vaksinasi selain Kemenkes masih terus mengupdate kebutuhan anggaran program vaksinasi. Dengan begitu, estimasi dana vaksin mencapai Rp73-74 triliun.
Baca Juga: Jika Corona Belum Berakhir September, Beban APBN Makin Berat
Beban anggaran negara itu ditopang oleh upaya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masih dialokasikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
"Pengadaan vaksin Covid-19 pemerintah sangat terbebani, walaupun saya tahu tidak hanya pembelian vaksin yang dibicarakan secara gratis, pemerintah juga melakukan hal-hal lain yang sudah dilakukan seperti bansos (bantuan sosial) dan lain-lain," ujar Erick Senin (8/2/2021).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran penyediaan vaksin sebesar Rp74 triliun yang rencananya dipenuhi melalui alokasi APBN 2021 sebesar Rp18 triliun, realokasi anggaran PCPEN Tahun 2020 sebesar Rp36,4 triliun, serta refocusing dan realokasi belanja K/L.
Tambahan pagu anggaran Kemenkes untuk pengadaan vaksin Rp637 miliar pada tahun 2020 dan untuk 2021 ada sisa anggaran yang di passthrough tahun 2021 di dalam rangka untuk vaksinasi selain Kemenkes masih terus mengupdate kebutuhan anggaran program vaksinasi. Dengan begitu, estimasi dana vaksin mencapai Rp73-74 triliun.
Lihat Juga :