Menaker Ida Akan Benahi Penempatan TKI di Timur Tengah

Selasa, 09 Februari 2021 - 16:03 WIB
loading...
Menaker Ida Akan Benahi...
Kemenaker akan membenahi penempatan TKI di Timur Tengah dalam rangka melindungi para pekerja asal Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan beberapa alasan penutupan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) di kawasan Timur Tengah.

"Ini karena belum adanya aturan mengenai perlindungan PMI di negara penempatan," ujar Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa(9/2/2021).

Baca Juga: Kiriman Uang TKI Selama 2020 Minus 2,48 Persen Menjadi Rp6,58 triliun, Ini Penyebabnya

Ida juga menuturkan bahwa selama ini sudah banyak kasus yang terjadi di negara-negara penempatan. Kondisi ini diperburuk dengan terbatasnya mekanisme penyelesaian masalah.

"Sudah ada rekomendasi dari seluruh kepala perwakilan RI di kawasan Timur Tengah untuk menutup secara permanen penempatan TKI pada pengguna perseorangan," tambahnya.

Sebelumnya, telah diterbitkan Kepmenaker 260/2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI di 19 negara Timur Tengah, antara lain Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Palestina, Qatar, Sudan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.

"Maka dari itu kami akan melakukan beberapa pembenahan, mengevaluasi dokumen MoU dan penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara Timur Tengah," terang Ida.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tagihan Kerusakan Perang...
Tagihan Kerusakan Perang AS-Iran Tembus Rp987 Triliun, 5 Negara Arab Dituntut Ganti Rugi
Hindari Timur Tengah,...
Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius
IMF Peringatkan Dampak...
IMF Peringatkan Dampak Perang Timur Tengah: Ekonomi Melambat, Inflasi Meroket
Perang AS-Iran Makin...
Perang AS-Iran Makin Panas, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD116 per Barel
Pemerintah Perlu Antisipasi...
Pemerintah Perlu Antisipasi Efek Domino Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi
Pertamina Cari Alternatif...
Pertamina Cari Alternatif Sumber Impor BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Rekomendasi
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved