Biar Tak Saling Serobot, Erick Thohir Bagi-Bagi Lapak Bank BUMN
Jum'at, 12 Februari 2021 - 10:22 WIB
loading...
foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN tengah mentransformasi bisnis utama (core business) anggota bank Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) . Salah satunya adalah fokus pada segmentasi pasar.
Menteri BUMN Erick Thohir mengutarakan, langkah tersebut untuk memperjelas model bisnis sekaligus keberpihakan Himbara pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), para profesional, dan korporasi yang menjadi pasar Himbara. ( Baca juga:Tiga Anjuran Ala Erick Thohir di Tengah Kenormalan Baru )
"Setiap bank yang ada di Himbara saya minta harus ada core fokusnya. Ini tidak kalah pentingnya, bisnis model dan keberpihakannya jelas," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan salah satu TV swasta dikutip Jumat (12/2/2021).
Untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, diminta menyasar pelaku UMKM melalui pembentukan holding ultra mikro. Fokus pembiayaan bagi UMKM mendorong adanya kemandirian usaha yang berada di lapisan menengah atau terbawah.
Dalam proses kinerja holding pembiayaan baru itu, tidak ada perubahan model bisnis dari PT Pegadaian (persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai anggota holding. Artinya posisi kedua perseroan akan mendorong BRI untuk memasifkan pendanaan bagi sektor skala mikro.
Bahkan, Erick tidak mengijinkan manajemen menyasar korporasi yang merupakan segmen dari anggota Himbara lainnya.
"BRI sekarang jadi holding ultra mikro dengan PNM, dan Pegadaian. Bisnis model PNM dan Pegadaian tidak kita ubah, tapi ultra mikro keberpihakan kepada BRI harus. Jangan BRI besar korporasi lagi," kata dia.
Menteri BUMN Erick Thohir mengutarakan, langkah tersebut untuk memperjelas model bisnis sekaligus keberpihakan Himbara pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), para profesional, dan korporasi yang menjadi pasar Himbara. ( Baca juga:Tiga Anjuran Ala Erick Thohir di Tengah Kenormalan Baru )
"Setiap bank yang ada di Himbara saya minta harus ada core fokusnya. Ini tidak kalah pentingnya, bisnis model dan keberpihakannya jelas," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan salah satu TV swasta dikutip Jumat (12/2/2021).
Untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, diminta menyasar pelaku UMKM melalui pembentukan holding ultra mikro. Fokus pembiayaan bagi UMKM mendorong adanya kemandirian usaha yang berada di lapisan menengah atau terbawah.
Dalam proses kinerja holding pembiayaan baru itu, tidak ada perubahan model bisnis dari PT Pegadaian (persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai anggota holding. Artinya posisi kedua perseroan akan mendorong BRI untuk memasifkan pendanaan bagi sektor skala mikro.
Bahkan, Erick tidak mengijinkan manajemen menyasar korporasi yang merupakan segmen dari anggota Himbara lainnya.
"BRI sekarang jadi holding ultra mikro dengan PNM, dan Pegadaian. Bisnis model PNM dan Pegadaian tidak kita ubah, tapi ultra mikro keberpihakan kepada BRI harus. Jangan BRI besar korporasi lagi," kata dia.
Lihat Juga :