Erick Thohir Akui Kemarahannya Bisa Berujung pada Pemecatan Bos BUMN
Senin, 15 Februari 2021 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Suntikan Dana PMN BUMN Harus Dievaluasi Efektivitasnya )
Dalam kesempatan itu, mantan bos Inter Milan itu juga mengutarakan bersih-bersih pejabat Kementerian dan perusahaan BUMN. Dalam catatan MNC Portal Indonesia, selama satu tahun kepemimpinannya, gerakan bersih-bersih bos BUMN menjadi fokus kerja Erick Thohir. Pun salah satunya berkaitan dengan bersih-bersih deputi dan Sekertaris di Kementerian BUMN.
Meski begitu, langkah bersih-bersih bos perusahaan negara dan Kementerian BUMN memiliki landasan atau alasan kuat. Alasan itu terkait dengan akuntabilitas, Key Performance Indicators (KPI), dan profesionalitas.
(Baca juga: PKS Serang Jokowi Pakai Buzzer? Cek Bayarannya )
"Bersih bersih itu maksudnya begini, transformasi BUMN kalau sukses itu harus ada dasarnya. Dasar itu ya itu transparansi. Semua itu kalau buka, transparan, pasti lebih enak. Lalu akuntabilitas, semua ada hitungannya. Yang terakhir ada profesionalitasnya. Ini kalau kita dasari dengan tiga hal ini ya bersih-bersih yang kita lakukan ada pondasinya, bukan bersih-bersih suka dan tidak suka," tutur dia.
Dalam kesempatan itu, mantan bos Inter Milan itu juga mengutarakan bersih-bersih pejabat Kementerian dan perusahaan BUMN. Dalam catatan MNC Portal Indonesia, selama satu tahun kepemimpinannya, gerakan bersih-bersih bos BUMN menjadi fokus kerja Erick Thohir. Pun salah satunya berkaitan dengan bersih-bersih deputi dan Sekertaris di Kementerian BUMN.
Meski begitu, langkah bersih-bersih bos perusahaan negara dan Kementerian BUMN memiliki landasan atau alasan kuat. Alasan itu terkait dengan akuntabilitas, Key Performance Indicators (KPI), dan profesionalitas.
(Baca juga: PKS Serang Jokowi Pakai Buzzer? Cek Bayarannya )
"Bersih bersih itu maksudnya begini, transformasi BUMN kalau sukses itu harus ada dasarnya. Dasar itu ya itu transparansi. Semua itu kalau buka, transparan, pasti lebih enak. Lalu akuntabilitas, semua ada hitungannya. Yang terakhir ada profesionalitasnya. Ini kalau kita dasari dengan tiga hal ini ya bersih-bersih yang kita lakukan ada pondasinya, bukan bersih-bersih suka dan tidak suka," tutur dia.
(ind)
Lihat Juga :