Laba Bersih Bank Mega Melesat 50% Ditengah Pandemi
Rabu, 17 Februari 2021 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Kelesuan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, mengakibatkan kredit kepada pihak ketiga Bank Mega mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 6% menjadi Rp48,5 triliun dari Rp51,0 triliun pada tahun 2019. Secara komposisi, kredit korporasi masih tumbuh positif dibandingkan segmen lainnya, yaitu sebesar 55% menjadi Rp26,2 triliun.
Baca Juga : OJK Mengungkap, Pandemi Gerus Kinerja Keuangan Sejumlah Emiten
Keberhasilan mengendalikan beban operasional mengakibatkan perbaikan Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) semakin membaik, yaitu menjadi sebesar 65,9% dibanding posisi 2019 yang sebesar 74,10%.
“Hal ini merupakan dampak dari inovasi digital dan otomasi yang telah diberlakukan sejak 2 tahun terakhir, baik untuk back office maupun front office,” ujarnya.
Permodalan Bank Mega juga semakin kokoh yang tercermin dari rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 31,04%, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 23,68%. Rasio permodalan yang kuat merupakan hal penting untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca Juga : OJK Mengungkap, Pandemi Gerus Kinerja Keuangan Sejumlah Emiten
Keberhasilan mengendalikan beban operasional mengakibatkan perbaikan Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) semakin membaik, yaitu menjadi sebesar 65,9% dibanding posisi 2019 yang sebesar 74,10%.
“Hal ini merupakan dampak dari inovasi digital dan otomasi yang telah diberlakukan sejak 2 tahun terakhir, baik untuk back office maupun front office,” ujarnya.
Permodalan Bank Mega juga semakin kokoh yang tercermin dari rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 31,04%, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 23,68%. Rasio permodalan yang kuat merupakan hal penting untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
(her)
Lihat Juga :