Kemenparekraf Akan Dorong Metode Screening GeNose C-19 di Sektor Pariwisata Secara Masif
Jum'at, 19 Februari 2021 - 20:36 WIB
loading...
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2020 diakui menjadi tahun yang berat untuk sektor pariwisata . Pembatasan pergerakan yang diterapkan di skala nasional ataupun internasional, sebagai upaya pengendalian pandemi, menjadi pukulan terbesar bagi industri pariwisata yang mengandalkan pergerakan manusia.
Data menunjukkan penurunan wisatawan mancanegara sebesar 74,67% di tahun 2020 dibanding tahun 2019. Di samping itu, jumlah wisatawan nusantara pun turun sebesar 29,7%. Devisa pariwisata tahun 2020 diperkirakan hanya sebesar USD3,54 miliar, turun 79,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Berkah buat Pariwisata: Screening Covid-19 dengan GeNose cuma Butuh 600 Perak
Kendati demikian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimis kondisi akan semakin membaik tahun ini. Distribusi vaksin yang sedang berjalan menjadi harapan, khususnya program vaksin tahap II untuk pekerja publik, dimana pelaku sektor pariwisata termasuk di dalamnya. Namun, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengingatkan, program vaksinasi tidak serta merta menghilangkan kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan.
"Karena masih dibutuhkan waktu bagi seluruh masyarakat untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Upaya 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment) tetap perlu dilakukan bersama-sama dengan program vaksinasi," tegas Angela di Jakarta, JUmat (19/2/2021).
Data menunjukkan penurunan wisatawan mancanegara sebesar 74,67% di tahun 2020 dibanding tahun 2019. Di samping itu, jumlah wisatawan nusantara pun turun sebesar 29,7%. Devisa pariwisata tahun 2020 diperkirakan hanya sebesar USD3,54 miliar, turun 79,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Berkah buat Pariwisata: Screening Covid-19 dengan GeNose cuma Butuh 600 Perak
Kendati demikian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimis kondisi akan semakin membaik tahun ini. Distribusi vaksin yang sedang berjalan menjadi harapan, khususnya program vaksin tahap II untuk pekerja publik, dimana pelaku sektor pariwisata termasuk di dalamnya. Namun, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengingatkan, program vaksinasi tidak serta merta menghilangkan kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan.
"Karena masih dibutuhkan waktu bagi seluruh masyarakat untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Upaya 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment) tetap perlu dilakukan bersama-sama dengan program vaksinasi," tegas Angela di Jakarta, JUmat (19/2/2021).
Lihat Juga :