Memanfaatkan Lockdown, untuk Melebarkan Sayap Bisnis
Minggu, 21 Februari 2021 - 15:12 WIB
loading...
produsen mainan anak melebarkan sayap bisnisnya saat pandemi
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Virus Covid 19 memang telah banyak mengubah kebiasaan dalam beraktifitas sehari-hari. Selain dituntut untuk ekstra menjaga kesehatan , menjalankan protokol kesehatan, waktu keseharian juga lebih banyak dilakukan di dalam rumah.
Bekerja, beribadah, bersosialisasi, belajar, sekolah, belanja hingga bermain, kini semuanya lebih banyak dilakukan dari rumah. Bagi anak-anak waktu bermain di luar rumah, kini makin jarang. Mereka pun asyik bermain dengan gadgetnya.
Tentu saja anak-anak yang terlalu fokus dengan gadgets mereka, menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Seolah mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan seperti seakan mengisolasikan diri dari dunia dan anggota keluarga lainnya.
Para pakar tumbuh kembang anak pun telah sering memperingatkan akan bahaya dampak buruk bagi anak-anak yang keranjingan bermain gadget.
Di sisi lain, fenomena ini ditangkap sebagai peluang bagi produsen produk mainan anak-anak untuk meningkatkan omsetnya. Di Amerika misalnya, kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) malah makin memberi cuan bagi produsen mainan. Penjualan Lego, boneka Barbie, permainan papan, dan teka-teki, makin melonjak saat lockdown. Menurut Firma Riset Pasar NPD Group industri mainan AS tumbuh 16% dalam enam bulan pertama tahun 2020 dan pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun ini.
Baca Juga : LEGO Group Kolaborasi Nintendo Luncurkan LEGO Super Mario Terbaru di Indonesia
Kebijakan lockdown tidak hanya dilakukan di Amerika. Hampir seluruh negara di dunia melakukanya dengan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara atau kota. Sebagian pebinsis menilai lockdown menjadi salah satu biang keladi dari merosotnya kondisi ekonomi. membuat pendapatan merosot, yang akhirnya membuat banyak pekerja terpaksa dirumahkan.
Lain halnya dengan produsen mainan anak-anak, yang menilai lockdown justru menghadirkan peluang yang besar untuk melebarkan sayap bisnis mereka ke berbagai negara. Seperti yang dilakukan oleh produsen mainan anak asal Amerika, Osmo.
Sejak pekan lalu (18 Februari) mulai merambah pasar di Indonesia. Saat itu Osmo melakukan grand launching event resmi di Indonesia yang ditandai dengan diadakannya sebuah talkshow yang dihadiri oleh beberapa narasumber yang memang punya passion di dunia pendidikan serta tumbuh kembang anak-anak.
Baca Juga : Di Tengah Serbuan Game Online, Mainan Edukatif Anak Muslim Laris Terjual
Bekerja, beribadah, bersosialisasi, belajar, sekolah, belanja hingga bermain, kini semuanya lebih banyak dilakukan dari rumah. Bagi anak-anak waktu bermain di luar rumah, kini makin jarang. Mereka pun asyik bermain dengan gadgetnya.
Tentu saja anak-anak yang terlalu fokus dengan gadgets mereka, menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Seolah mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan seperti seakan mengisolasikan diri dari dunia dan anggota keluarga lainnya.
Para pakar tumbuh kembang anak pun telah sering memperingatkan akan bahaya dampak buruk bagi anak-anak yang keranjingan bermain gadget.
Di sisi lain, fenomena ini ditangkap sebagai peluang bagi produsen produk mainan anak-anak untuk meningkatkan omsetnya. Di Amerika misalnya, kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) malah makin memberi cuan bagi produsen mainan. Penjualan Lego, boneka Barbie, permainan papan, dan teka-teki, makin melonjak saat lockdown. Menurut Firma Riset Pasar NPD Group industri mainan AS tumbuh 16% dalam enam bulan pertama tahun 2020 dan pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun ini.
Baca Juga : LEGO Group Kolaborasi Nintendo Luncurkan LEGO Super Mario Terbaru di Indonesia
Kebijakan lockdown tidak hanya dilakukan di Amerika. Hampir seluruh negara di dunia melakukanya dengan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara atau kota. Sebagian pebinsis menilai lockdown menjadi salah satu biang keladi dari merosotnya kondisi ekonomi. membuat pendapatan merosot, yang akhirnya membuat banyak pekerja terpaksa dirumahkan.
Lain halnya dengan produsen mainan anak-anak, yang menilai lockdown justru menghadirkan peluang yang besar untuk melebarkan sayap bisnis mereka ke berbagai negara. Seperti yang dilakukan oleh produsen mainan anak asal Amerika, Osmo.
Sejak pekan lalu (18 Februari) mulai merambah pasar di Indonesia. Saat itu Osmo melakukan grand launching event resmi di Indonesia yang ditandai dengan diadakannya sebuah talkshow yang dihadiri oleh beberapa narasumber yang memang punya passion di dunia pendidikan serta tumbuh kembang anak-anak.
Baca Juga : Di Tengah Serbuan Game Online, Mainan Edukatif Anak Muslim Laris Terjual
Lihat Juga :