Mal Sepi bak Kuburan, Bikin PLN Nggak Happy!

loading...
Mal Sepi bak Kuburan, Bikin PLN Nggak Happy!
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Masa pagebluk sejak tahun lalu akibat wabah virus corona membuat pusat perbelanjaan prihatin. Bagaimana tidak, begitu wabah menyerang Indonesia pengunjung mal-mal di DKI Jakarta turun drastis terimbas kebijakan pembatasan sosial sejak tahun lalu.

Tenan-tenan di mal pun yang semula ramai pembeli tiba-tiba sepi bak kuburan lantaran penyewa memilih tutup usaha karena merugi. Turunnya konsumsi masyarakat mendadak meruntuhkan digdaya ekonomi RI tahun 2020 anjlok hingga -2,07% dengan dampak lebih parah dibandingkan krismon 1998 lalu.

Baca Juga: Waspada! Begini Cara Agar Tidak Kesetrum Saat Banjir

Kekuatan ekonomi RI yang ditopang dari konsumsi masyarakat tiba-tiba runtuh seketika digerogoti corona. Mau tidak mau, sebagian besar lini bisnis harus mengoreksi kinerja tahun 2020.Krisis ekonomi tersebut berpengaruh besar terhadap penjualan listrik PLN. Berdasarkan laporan PLN Disjaya, pada 2020 penjualan listrik di DKI Jakarta anjlok akibat konsumsi listrik turun -5,6% dibandingkan tahun 2019 tumbuh 4,6%.

"Penurunan ini memang cukup terasa karena sebagian besar konsumsi berada di sektor bisnis. Kendati listrik rumah tangga meningkat akibat bekerja dan belajar dirumah tapi belum bisa menggantikan sektor bisnis," ujar General Manager PLN UID Jakarta Raya Doddy Pangaribuan, Jumat (25/2/2021).



Sebab itu, pihaknya berharap tahun ini kondisi ekonomi RI bisa jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia berharap program vaksinasi berjalan lancar dan tepat waktu sehingga ekonomi bisa tumbuh sesuai rencana, yakni 5% tahun ini.

Baca Juga: Hi Electrizen, Begini Cara Baca Meter Mandiri via Aplikasi PLN Mobile

Dia memperkirakan, apabila pusat perbelanjaan pulih seperti semula dan seluruh karyawan kembali bekerja di kantor maka penjualan listrik akan ikut naik. Apabila pertumbuhan ekonomi tercapai sesuai rencana, yakni 5% di 2021 maka konsumsi listrik di Jakarta diproyeksikan ikut naik di kisaran 2,5%. "Harapannya optimis, melalui program vaksinasi ekonomi akan lebih baik dan tentunya berpengaruh terhadap penjualan PLN," kata Doddy
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top