Wamendag Ajak Perbankan Kembangkan Sistem Resi Gudang

loading...
Wamendag Ajak Perbankan Kembangkan Sistem Resi Gudang
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Pembiayaan adalah salah satu tantangan semua sektor di Indonesia, tak terkecuali Sistem Resi Gudang (SRG) . Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membangun hampir 200 SRG yang diharapkan mampu menjadi penyangga ketersediaan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan penting maupun strategis lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga beberapa waktu terakhir menghubungi sektor perbankan agar bisa berkolaborasi mengembangkan SRG. Menurut Jerry, bidang bisnis BRI sangat berkaitan erat dengan SRG, khususnya di sektor pertanian, peternakan dan kegiatan ekonomi rakyat lainnya.

“Tentu tidak membatasi hanya BRI saja, semua bank yang berminat tentu akan diterima. Tetapi BRI memang sudah lama terjun dalam pembiayaan ekonomi rakyat dan UMKM. SRG ini banyak bersentuhan dengan bidang bisnis BRI, jadi akan sangat baik kalau kita berkolaborasi,” Kata Jerry di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

(Baca juga: Sebar Caranya Buka SPBU Mini Resmi dengan Berutang ke BRI, 5.000 Agen Brilink Digandeng )

SRG memang banyak bersentuhan dengan ekonomi kerakyatan. Dalam fungsinya sebagai penyokong ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga, SRG menggarap beberapa komoditas penting seperti bawang merah, cabai, beras, daging ayam, dan lain-lain.



Fungsinya menggantikan peran tengkulak. Dari produsen misalnya petani atau peternak, bahan pokok dibeli oleh pengelola SRG dengan harga yang baik. SRG mengelola sistem logistik bahan pokok itu agar harganya tidak jatuh saat panen raya dan naik tinggi saat sedang musim tanam.

“Jadi SRG ini fungsinya sangat penting di semua layer. Bagi produsen, ini bisa membantu mereka mendapatkan harga yang wajar, tidak fluktuatif dan tidak dipermainkan oleh tengkulak. Dari mata rantai pasokan ini menjamin ketersediaan barang dan keterjangkauan harga. Bagi ekonomi nasional fungsinya lebih banyak lagi,” tambahnya.

(Baca juga: 3 Strategi BNI Bantu UMKM Bertahan di Tengah Pandemi )

Mengingat pentingnya fungsi SRG itu, Kemendag berupaya agar semua SRG yang ada bisa berfungsi. Untuk itu, SRG harus bisa bukan saja memenuhi fungsi sosial tetapi juga fungsi bisnis.

Menurut Wamendag, tidak bisa dipungkiri bahwa memang harus ada sisi bisnis, tetapi ini bisnis sosial, semacam social entrepreneurship untuk menyelesaikan masalah masyarakat dan masalah kita bersama. Jadi harus imbang antara keduanya sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak.



Bank berfungsi dalam menjamin pembiayaan. Mereka bekerjasama dengan pengelola gudang agar produsen bisa mendapatkan manfaat berupa pembayaran yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk produksi selanjutnya.

Menurutnya, BRI punya kapasitas dan pengalaman yang sangat panjang dalam hal ini. Jaringan BRI di daerah-daerah diyakini Wamendag sangat kuat sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

(Baca juga: Berantas Mafia Tanah, Menteri Sofyan Siap Pecat Petugas yang Terlibat )

Selain itu, sebagai BUMN BRI juga punya misi yang sama dengan SRG untuk membangun perekonomian nasional dan ekonomi rakyat. Karena itu, imbuh Jerry, kolaborasi SRG dan BRI akan sangat strategis untuk mencapai tujuan itu. Tetapi sekali lagi dia menekankan akan mengajak semua bank untuk bekerja sama, bukan hanya terbatas pada BRI.

“Setiap bank tentu punya keunggulan dan spesialisasi masing-masing. Intinya kita akan mengajak semua. SRG adalah bisnis berbasis ekonomi riil yang menarik dan kalau dikembangkan akan menguntungkan semua pihak. Kalau semua untung tentu dalam jangka panjang perbankan juga untung,” tutup Jerry.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top