Sedot Biaya Rp 4.817 T, Airlangga Tegaskan 201 Proyek Strategis Nasional Jalan Terus

loading...
Sedot Biaya Rp 4.817 T, Airlangga Tegaskan 201 Proyek Strategis Nasional Jalan Terus
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menekankan, bakal menggenjot Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tetap dilanjutkan di tengah Pandemi Covid-19. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan, bakal menggenjot Proyek Strategis Nasional (PSN) dan tetap dilanjutkan di tengah Pandemi Covid-19. Dimana terdapat total 201 proyek dan 10 program yang memiliki nilai investasi lebih dari Rp4,817 triliun.

“Pembangunan infrastruktur akan membantu pemerataan ekonomi di wilayah Indonesia sekaligus meningkatkan investasi,” sambung Airlangga dalam acara MNC Group Investor Forum 2021, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga Optimis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,3% Tahun Ini

Indonesia juga akan memanfaatkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang memberikan manfaat akses pasar yang lebih luas, akses Foreign Direct Investment (FDI), dan integrasi dalam rantai pasokan dunia.

"Saya kira dengan target proyek bisa selesai sebelum 2024. Jadi menurut saya ini akan menjadi tantangan bagi kita semua dan juga sebenarnya pihak untuk proyek strategis Nasional ini Kita akselerasi lewat kawasan ekonomi khusus,” kata Airlangga.

Menurutnya, PSN ini merupakan proyek kemitraan publik yang telah disetujui oleh Pemerintah yang bekerja sama dengan pihak swasta, dalam upaya mendukung dan membantu beberapa pembangunan infrastruktur PSN.Meskipun di tengah pandemi covid-19, Indonesia tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur melalui proyek strategis nasional.



Sehingga ia berharap melalui percepatan investasi proyek-proyek pendukung Pemerintah, serta penyerapan tenaga kerja dapat tercipta melalui proyek ini. Adapun jumlah proyek dalam PSN berjumlah 201 dan 10 program dengan nilai investasi total Rp 4.817,7 triliun. Porsi investasi PSN 6% untuk APBN, 25% BUMN / ROE, 69% swasta.

Namun, nilai tersebut belum memperhitungkan proyek dan program baru (Perpres No 79 dan 80 Tahun 2019), food estate, dan bandara di Bali utara. Berikut rincian proyek dan program PSN, meliputi 54 proyek jalan, bendungan dan irigasi 57 proyek, luas wilayah 18 proyek, kereta api 15 proyek, energi 15 proyek, pelabuhan 13 proyek, air bersih dan sanitasi 12 proyek, program smelter 1, program super hub 1, kelistrikan 1 program.

Kemudian, pemerataan ekonomi 1 program, percepatan pembangunan wilayah 1 program, akses keluar alat 1 program, penyediaan makanan 1 program, bandara 8 proyek, pendidikan 1 proyek, teknologi 5 proyek, perumahan 5 proyek, tanggul pantai 1 proyek, kawasan strategis pariwisata 1 program, instalasi pengolahan sampah 1 program, dan program daerah perbatasan 1 program.

Sementara mengenai penanganan pandemi, Pemerintah akan fokus pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Vaksinasi, 3T, dan Penegakan Protokol Kesehatan (3M).

“Pemerintah mengadakan program Vaksin Gotong Royong yang melibatkan pihak swasta untuk bertanggung jawab melakukan vaksinasi kepada karyawannya. Selain itu, Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi dalam negeri juga tengah mengembangkan Vaksin Merah Putih,” terang Menko Perekonomian.



Baca Juga: MAPPI Dorong Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional

Di penghujung sambutannya, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk menyeimbangkan antara penanganan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi.

“Keduanya menjadi prioritas. Kita akan menyeimbangkan antara penanggulangan pandemi dan percepatan pemulihan ekonomi yang lebih dikenal dengan analogi pedal gas dan rem seperti yang dikemukakan oleh Presiden Jokowi,” pungkas Menko Airlangga.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top