Dampak Perubahan Iklim Makin Nyata, Industri Didorong Terapkan Teknologi Hijau
Rabu, 03 Maret 2021 - 17:26 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perubahan iklim terus menjadi perbincangan karena dikhawatirkan menjadi ancaman mengerikan bagi masa depan dunia. Berdasarkan laporan Badan Energi Internasional (IEA), industri menyumbang 37 persen dari total penggunaan energi global, di mana 30 persen di antaranya dikonsumsi oleh gedung-gedung bertingkat.
Sebagai upaya mengurangi emisi global, Pemerintah Indonesia bersama industri didorong mempercepat penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam mendukung pengurangan dampak perubahan iklim.
"Efisiensi energi industri memiliki kapasitas tunggal terbesar untuk memperlambat dampak perubahan iklim. Hal ini pada dasarnya merupakan solusi terhadap perubahan iklim dunia," ujar Presiden ABB Motion Morten Wierod melalui keterangan resminya yang diterima SINDOnews, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga: BLACKPINK Ajak Penggemar Perangi Perubahan Iklim
Menurut dia untuk menciptakan efisiensi perlu didorong penggunaan motor & drivers hijau yang ramah lingkungan di sektor industri, bangunan dan transportasi. Pasalnya, sampai saat ini teknologi inovasi tersebut belum cukup menciptakan efisiensi sehingga masih terjadi pemborosan energi.
Sebagai upaya mengurangi emisi global, Pemerintah Indonesia bersama industri didorong mempercepat penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam mendukung pengurangan dampak perubahan iklim.
"Efisiensi energi industri memiliki kapasitas tunggal terbesar untuk memperlambat dampak perubahan iklim. Hal ini pada dasarnya merupakan solusi terhadap perubahan iklim dunia," ujar Presiden ABB Motion Morten Wierod melalui keterangan resminya yang diterima SINDOnews, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga: BLACKPINK Ajak Penggemar Perangi Perubahan Iklim
Menurut dia untuk menciptakan efisiensi perlu didorong penggunaan motor & drivers hijau yang ramah lingkungan di sektor industri, bangunan dan transportasi. Pasalnya, sampai saat ini teknologi inovasi tersebut belum cukup menciptakan efisiensi sehingga masih terjadi pemborosan energi.
Lihat Juga :