Investor Pemula Perlu Memperkuat Literasi

Kamis, 04 Maret 2021 - 08:51 WIB
loading...
Investor Pemula Perlu...
Melesatnya harga saham beberapa perusahaan di pasar perlu disikapi secara bijak oleh investor pemula. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Pasar modal nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor pun meningkat pesat terutama investor pemula dari kalangan milenial. Namun demikian, maraknya investor pemula di pasar modal perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan dan pasar modal . Gelembung (bubble) pasar saham nampak ketika terjadi lonjakan harga saham bahkan melebihi kondisi fundamental perusahaan. Gelembung ini akan terus berlangsung, harga saham terus naik, hingga pada suatu saat diakhiri dengan 'meletusnya' gelembung itu.

(Baca Juga : Setuju Saham Bir Dicabut, PKS: Miras Sumber Kejahatan )

Perencana Keuangan Andreas Fredy Piellor mengungkapkan, kalangan milenial maupun investor pemula harus bijak dalam menyikapi fenomena yang terjadi saat ini. "Sebaiknya belajar dulu dan jangan terlalu agresif menempatkan dana di instrumen saham,"ujarnya kepada Koran SINDO di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Dia mengungkapkan, idealnya seorang investor pemula menempatkan 80% dana investasinya di saham-saham bluechip.

Sedangkan sisanya bisa digunakan untuk melakukan trading. "Cukup berisiko jika semuanya digunakan sebagai instrumen trading. Apalagi jika tidak tahu kondisi pasar secara keseluruhan,''katanya. Menurut dia, euforia yang terjadi di pasar saham saat ini harus disikapi dengan bijak. Para investor pemula, kata dia, harus meningkatkan literasi agar tidak menderita kerugian. Andreas juga menyarankan agar para stakeholder termasuk perusahaan sekuritas agar terbuka kepada nasabahnya dan memberikan edukasi cara bijak berinvestasi.

(Baca Juga : Hati-Hati Fenomena Pom-Pom Saham dan FOMO di Kalangan Investor Pemula )

''Keterbukaan itu penting,''katanya. Kasus-kasus yang terjadi di pasar modal, kata Andreas, meskipun tak berpengaruh terhadap aktivitas investasi individu, namun bisa dipetik pelajaran dari masalah tersebut. "Misalnya kasus sedang ramai menyangkut Jiwasraya, Jamsostek atau lainnya,''tuturnya. Kolaborasi para pemangku kepentingan dinilai penting agar kasus pengelolaan dana investasi tidak merugikan masyarakat secara langsung. Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menilai tren melonjaknya laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) di pasar modal perlu diwaspadai. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang belum lama ini dirilis menunjukkan sampai Desember 2020 lalu, transaksi mencurigakan di pasar modal menembus angka 443 kasus.

ASPEK Indonesia juga menduga ada pihak dengan latar belakang yang sama, antara lain oknum perusahaan efek/sekuritas dan oknum manajer investasi yang terlibat dalam serangkain kasus di pasar modali. "Kami mendukung Kejaksaan Agung untuk serius dan transparan dalam membongkar tuntas kasus yang merugikan masyarakat, khususnya para pekerja di Indonesia," tegas Presiden ASPEK Mirah Sumirat di Jakarta, belum lama ini. Dalam beberapa kasus, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa beberapa pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved