Dawuh Kiai Ma'ruf: Genjot Terus Ekonomi Syariah!

Kamis, 04 Maret 2021 - 13:13 WIB
loading...
Dawuh Kiai Maruf: Genjot...
Wakil Presiden KH. Maruf Amin. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin menyebut ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah berkembang cukup baik. Meskipun masih belum optimal karena potensinya masih cukup besar. Menurut dia saat ini ekonomi syariah baru tumbuh mencapai sekitar 7-8 persen. Sementara untuk keuangan syariah baru 6-7 persen saja.

"Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ini sudah berkembang cukup baik. Tetapi belum optimal masih jauh baru sekitar 7-8 persen bahkan kalau keuanganya perbankan itu baru 6,7 persen," ujarnya dalam acara Potensi Wakaf Besar, Tapi Literasinya Rendah secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Lebaran Sebentar Lagi, Jokowi Wanti-wanti Sembako Jangan Sampai Langka!

Oleh karena itu lanjut Ma’ruf Amin, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Diharapkan potensi ini juga bisa dimanfaatkan dengan maksimal. "Potensi kita besar begitu juga dana dana sosial masyarakat seperti wakaf. Oleh karena itu pemerintah punya komitmen kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah," jelasnya.

Baca Juga: Respons Ledakan Korban PHK, Jokowi Geleng-geleng

Atas dasar itu juga pemerintah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pemebentukan ini teruang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 28 tahun 2020. Ada empat hal yang menjadi fokus pembentukan KNEKS tersebut. Pertama adalah pengembangan industri halal. Kemydian yang kedua adalah oengembangan industri keuangan dan yang ketiga pengembangan dana sosial masyarakat islam. "Kemudian yang keempat pengemban usaha bisnis syariah," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Mengulik Penyebab Ekonomi...
Mengulik Penyebab Ekonomi Syariah Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia
Prudential Syariah dan...
Prudential Syariah dan MPW PP Muhammadiyah Bekali Mahasiswa Perencanaan Keuangan Syariah
EKSiS 2025 Digelar di...
EKSiS 2025 Digelar di Lima Kota, Raih Hampir 10.000 Pembukaan Rekening Baru
GP Ansor Siap Jadi Motor...
GP Ansor Siap Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan UMKM
Darunnajah Jadi Tuan...
Darunnajah Jadi Tuan Rumah Literasi Keuangan Syariah Nasional Bersama OJK
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi...
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi Syariah Berkeadilan untuk Indonesia Sejahtera
Perhimpunan BMT Indonesia...
Perhimpunan BMT Indonesia Lantik Pengurus Baru, Tekankan Pentingnya Tata Kelola
Rekomendasi
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Berita Terkini
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved