KPCPEN: Vaksin Gotong Royong Percepat Herd Immunity

Kamis, 04 Maret 2021 - 13:48 WIB
loading...
KPCPEN: Vaksin Gotong...
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Vaksin Gotong Royong merupakan inisiatif pengusaha dalam membantu pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19. Dengan pengusaha memberikan secara gratis ke karyawan / buruh, konsep gotong royong tercapai, berbeda dengan vaksin mandiri berbayar untuk individu.

Hal itu disampaikan oleh Arya Sinulingga selaku Koordinator Komunikasi Publik PMO Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPPEN) saat berbincang di Radio MNC Trijaya FM, Rabu sore (3/3/2021). "Para pengusaha ingin terlibat dalam bencana ini, dengan ikut membantu pemerintah sesuai bagian mereka. Pengusaha ingin karyawan mereka, buruh mereka divaksin sendiri, tujuannya untuk mempercepat herd immunity," ujar Arya.

Baca Juga: Kadin: Pengusaha Kolekan Beli Vaksin Percepat Herd Immunity

Menurutnya, vaksin Gotong Royong masih menunggu proses negosiasi, dan pendataan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan estimasi terlaksana pada April 2021. "Dikira gampang mendapatkan vaksin, tidak gampang!," tegas Arya.

Dia juga mengingatkan bahwa WHO pun sudah menyatakan terjadi ketidakadilan dalam distribusi vaksin. Indonesia beruntung masih bisa mencari-cari dan mendapatkan vaksin. "Wartawan Indonesia sudah 5 ribu orang divaksin, negara lain belum ada," kata Arya.

KPCPEN: Vaksin Gotong Royong Percepat Herd Immunity


Indonesia termasuk 20 negara awal yang melaksanakan vaksinasi, dan yang pertama di antara negara-negara ASEAN, sementara lebih dari 130 negara lain, berdasarkan data PBB, belum mendapatkan vaksin. Arya mengatakan, Vaksin Gotong Royong tidak akan mengambil jatah vaksin dari pemerintah yang menyasar 180 juta penduduk. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah memastikan vaksin yang digunakan akan berbeda dengan vaksin yang diberikan oleh pemerintah. Vaksin Gotong Royong kemungkinan akan menggunakan vaksin Moderna atau Sinopharm.

Baca Juga: Lewat Layanan Gomed, Gojek dan Halodoc Kolaborasi Layani Vaksinasi Drive Thru

Di saat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 8300 perusahaan atau sekitar 6,7 juta pekerja yang mendaftar vaksinasi Gotong Royong. Sementara untuk kriteria perusahaan penerima vaksin masih disusun oleh pemerintah. Tentunya, zona merah seperti Jabodetabek dan industri padat karya jadi prioritas penerima vaksin Gotong Royong ini. "Semua, UMKM juga bisa. Ada kriterianya, seperti zona merah, sektor padat karya. Data ini akan diintegrasikan dengan data pemerintah menggunakan one data system. Perusahaan dapat melakukan verifikasi melalui BPJS ketenagarakerjaan," ujar Shinta.

Pemerintah dan KADIN menegaskan, vaksin Gotong Royong ini gratis untuk para buruh atau pekerja. Perusahaan yang akan menanggung biaya vaksin dan tidak boleh menarik biaya apapun dari karyawan. Kadin menargetkan, vaksin Gotong Royong ini bisa menyasar sekitar 20 juta pekerja dengan harapan langkah ini bisa mempercepat pencapaian herd immunity dan meringankan beban pemerintah
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kimia Farma Punya Dirut...
Kimia Farma Punya Dirut Baru, Jubir Satgas Covid Jabat Komisaris
Luhut: Yang Larang Vaksin...
Luhut: Yang Larang Vaksin Bertanggung Jawab Kalau Ada yang Meninggal!
Menko Luhut Tak Mau...
Menko Luhut Tak Mau Indonesia Kembali ke Masa Kelam
Jokowi Minta Vaksinasi...
Jokowi Minta Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6 Tahun ke Atas Dimulai 2022
4 Jurus Pemerintah Tekan...
4 Jurus Pemerintah Tekan Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Nataru
Bos IMF Tagih Janji...
Bos IMF Tagih Janji Negara Kaya Soal Bantuan Vaksin
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Vaksin Booster Covid-19...
Vaksin Booster Covid-19 Tak Harus Sama dengan yang Primer, Begini Aturan Kombinasinya
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Tambah Lokasi Vaksinasi
Rekomendasi
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Pemprov DKI: Sebanyak...
Pemprov DKI: Sebanyak 476.128 Warga Sudah Vaksin Booster Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved