Pelaku Parekraf Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19, Sandiaga Apresiasi Menkes
Jum'at, 05 Maret 2021 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kami di sini mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Kesehatan bahwa mobilisasi vaksinasi terus bergerak dan hari ini pelaku parekraf menjalani vaksinasi di Kota Manado Sulawesi Utara," ungkap Sandiaga Uno.
"Sulawesi Utara ini adalah salah satu dari Destinasi Super Prioritas, Pak Menkes sudah membantu lebih dari 34 juta pelaku pariwisata lewat vaksinasi. Kita ingin menebar harapan, motivasi agar kita segera bangkit dan tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," tambahnya.
Bersamaan, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pihaknya kini tengah melakukan distribusi vaksinasi Covid-19 di seluruh Nusantara.
Namun, lantaran jumlahnya yang sangat terbatas, dirinya meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan disiplin hingga seluruh vaksin terdistribusi kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Bulan Januari kita ada 3 juta, Bulan Februari kita masuk 7 juta, Bulan Maret 11 juta, sampai akhir Juni kita Insya Allah bisa bawa 90 juta dari kebutuhan total 303 juta (vaksin). Jadi temen-temen kami sampaikan, sampai bulan Juni baru sekitar 24% dari kebutuhan vaksin," jelasnya.
Terbatasnya jumlah vaksin tersebut disampaikannya karena jumlah vaksin dari produsen sangat langka. Vaksin Covid-19, ujar Budi Gunadi, kini jumlahnya kian langka. Bahkan vaksin Astrazeneca yang diproduksi di Italia tidak boleh lagi didistribusikan keluar Eropa.
"Sulawesi Utara ini adalah salah satu dari Destinasi Super Prioritas, Pak Menkes sudah membantu lebih dari 34 juta pelaku pariwisata lewat vaksinasi. Kita ingin menebar harapan, motivasi agar kita segera bangkit dan tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," tambahnya.
Bersamaan, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pihaknya kini tengah melakukan distribusi vaksinasi Covid-19 di seluruh Nusantara.
Namun, lantaran jumlahnya yang sangat terbatas, dirinya meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan disiplin hingga seluruh vaksin terdistribusi kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Bulan Januari kita ada 3 juta, Bulan Februari kita masuk 7 juta, Bulan Maret 11 juta, sampai akhir Juni kita Insya Allah bisa bawa 90 juta dari kebutuhan total 303 juta (vaksin). Jadi temen-temen kami sampaikan, sampai bulan Juni baru sekitar 24% dari kebutuhan vaksin," jelasnya.
Terbatasnya jumlah vaksin tersebut disampaikannya karena jumlah vaksin dari produsen sangat langka. Vaksin Covid-19, ujar Budi Gunadi, kini jumlahnya kian langka. Bahkan vaksin Astrazeneca yang diproduksi di Italia tidak boleh lagi didistribusikan keluar Eropa.
Lihat Juga :