Ungkap Alasan Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Mendag: Harga Hijab Impor Lebih Murah dari Permen

Jum'at, 05 Maret 2021 - 17:40 WIB
loading...
Ungkap Alasan Jokowi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggaungkan benci produk asing . Alasannya, ada produk impor yang masuk ke Indonesia tapi tidak mematuhi tata tertib niaga.

Lutfi menceritakan isi artikel dari World Economic Forum (WEF) tentang perdagangan hijab di Tanah Abang yang diadopsi oleh platform perdagangan online dari asing melalui artificial intelligent (AI). Kemudian platform itu membuat dan memasukkan barang hijab itu dari sebuah negara dengan harga yang murah. ( Baca juga:Tanggapi Pernyataan Jokowi, Tengku Zul: Cinta Bukan Berarti Benci Lainnya )

"ini yang dikenal dengan istilah predatory pricing. Konsep ini juga sangat dilarang oleh dunia perdagangan internasional. Ini yang sebetulnya dibenci Pak Jokowi," kata Lutfi dalam acara Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Lutfi membeberkan, industri fashion hijab itu mempekerjakan karyawan 3.000 orang dengan gaji sebesar USD650 ribu dolar AS per tahun. Sedangkan perusahaan online yang menjual produk hijab serupa hanya membayar bea masuk kepada negara hanya sekitar USD44 ribu.

"Masuk ke Indonesia harganya Rp1.900, harga itu lebih mahal dari (permen) Mentos, bagaimana kita bisa bersaing," terang Lutfi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
JETRO Jakarta dan Kementerian...
JETRO Jakarta dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia
5 Bos Perusahaan Gula...
5 Bos Perusahaan Gula Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Impor Gula
Rekomendasi
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
Berita Terkini
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
Infografis
Tergantung dari Impor,...
Tergantung dari Impor, Harga 4 Bahan Pangan Ini Bakal Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved