Pelabuhan Peti Kemas dan Kawasan Industri Rp16,8 T di Gresik Ditargetkan Rampung 2022

loading...
Pelabuhan Peti Kemas dan Kawasan Industri Rp16,8 T di Gresik Ditargetkan Rampung 2022
Maspion Group bersama DP World dan CDPQ akan memulai pembangunan pelabuhan dan kawasan industri di Gresik pada kuartal III/2021. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Maspion hari ini menandatangani perjanjian jangka panjang dengan Group DP World, penyedia logistik rantai pasokan pintar bersama mitranya Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), untuk memulai pembangunan pelabuhan peti kemas internasional dan kawasan industri logistik di Gresik.

Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan untuk dimulai pada kuartal III/2021 dengan total investasi hingga USD1,2 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun, sehingga meningkatkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu gerbang perdagangan utama bagi Indonesia.

Baca Juga: Menperin: Pembangunan Kawasan Industri Selaras Alam Lebih Menarik Investor

Perjanjian formal tersebut ditandatangani oleh Sultan Ahmed Bin Sulayem, Group Chairman dan CEO DP World, dan Dr Alim Markus, Chairman dan CEO Maspion Group. Penandatanganan dilakukan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab HE Suhail Al Mazrouei, di Jakarta pada forum bisnis Indonesia-Emirates Amazing Week 2021 Building Path Towards Economic Recovery.



Berdasarkan perjanjian tersebut, perusahaan joint venture akan didirikan antara platform investasi global DP World dan CDPQ dengan Maspion Goup. Ini merupakan kerja sama sejenis yang pertama di sektor transportasi Indonesia yang melibatkan mitra investor asing langsung (FDI) dan perusahaan swasta Indonesia. DP World Maspion Jawa Timur akan menjadi satu-satunya operator pelabuhan modern peti kemas internasional dengan kapasitas desain hingga 3 juta twenty-foot equivalent units (TEU).

DP World dan CDPQ juga akan bekerja sama dengan Maspion Group untuk mengembangkan kawasan industri dan logistik terintegrasi, bersebelahan dengan terminal peti kemas, dengan luas lahan awal 110 hektare dan kemungkinan perluasan di masa yang akan datang.

Kawasan tersebut akan menyediakan lingkungan perdagangan kelas dunia untuk bisnis domestik dan internasional guna membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Sejak diluncurkan empat tahun lalu, platform investasi DP World-CDPQ senilai USD8,2 miliar telah diinvestasikan di 10 terminal pelabuhan secara global dan pada berbagai tahap siklus hidup aset.

Investasi ini akan memungkinkan platform investasi DP World-DCPQ untuk mencapai tujuannya untuk lebih mendiversifikasi jangkauannya dalam hal geografi dan jalur perdagangan. Group Chairman dan CEO DP World Sultan Ahmed Bin Sulayem mengatakan bahwa kemitraan dengan Maspion Group merupakan perkembangan penting dalam jaringan pelabuhan dan logistik globalnya.

"Indonesia berkembang pesat sebagai salah satu ekonomi terpenting di dunia. Proyek ini akan menciptakan infrastruktur modern, efisien, serta kawasan industri yang menyediakan logistik berkualitas. Model bisnis danvisi DP World selaras dengan visi Presiden Jokowi untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat melalui pembangunan infrastruktur perdagangan, lebih banyak peluang investasi, dan penciptaan lapangan
kerja," ucap Ahmed di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Executive Vice-President dan Kepala Infrastruktur CDPQ Emmanuel Jaclot, mengatakan bahwa melalui kemitraan dengan Maspion ini, CDPQ dengan senang hati melakukan investasi infrastruktur pertamanya di Indonesia, pasar yang tumbuh kuat yang didukung oleh tren struktural yang menguntungkan.



Baca Juga: Demi Nama Baik, Jokowi Disarankan Pecat Moeldoko Secara Tidak Hormat

"Ini juga merupakan tonggak penting untuk kerja sama kami dengan DP World dengan adanya penambahan pelabuhan greenfield pertama ke portofolio aset berkualitas tinggi kami yang telah menunjukkan ketahanannya selama setahun terakhir meskipun terjadi pergeseran penting dalam lanskap rantai pasokan global," tambahnya.

Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus mengatakan bahwa Maspion Group berkomitmen untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia agar selaras dengan master plan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia ekonomi terbesar kelima di dunia.

"Surabaya merupakan pintu gerbang penting di Indonesia dan keberadaan pelabuhan peti kemas ini akan semakin meningkatkan perkembangan ekonomi dan peluang investasi di Indonesia," terangnya.

Peletakan batu pertama terminal peti kemas diharapkan berlangsung pada tahun 2021, dengan operasi komersial diharapkan dimulai pada tahun 2023. Proyek ini akan mengembangkan infrastruktur Jawa Timur sebagai bagian dari visi Presiden Jokowi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui strategi Generasi Emas Indonesia 2045.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top