Berinvestasi Layaknya Cari Jodoh, Pandu Sjahrir: Ingat Bibit, Bebet dan Bobot
Sabtu, 13 Maret 2021 - 22:41 WIB
loading...
Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir memberikan pesan untuk investor ritel pemula di pasar modal, khususnya dari kalangan anak muda yang jumlahnya terus meningkat satu tahun terakhir. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir memberikan pesan untuk investor ritel pemula di pasar modal, khususnya dari kalangan anak muda yang jumlahnya terus meningkat satu tahun terakhir. Menurut Pandu, anak muda harus berhati-hati dalam mempercayakan uangnya dalam investasi pasif seperti di pasar modal .
Layaknya mencari jodoh, Pandu berpesan agar investor muda mencari tahu banyak hal sebelum berinvestasi. “Kalau (investasi) pasif itu tolong titip kepada orang yang punya bibit bebet bobot. Karena uang yang Anda dapat itu kan juga hasil dari kerja keras,” ujar Pandu dalam video konferensi bertajuk “Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia”.
Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal RI Capai 4,5 Juta per Februari
Pandu meyakini generasi muda tanah air mampu menjadi investor yang baik, namun perlu untuk terus diedukasi secara tepat. Ia menilai, generasi muda saat ini sangat erat dengan media sosial. Sehingga BEI perlu untuk bisa terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan juga isu-isu terkini untuk bisa mengedukasi kelompok anak muda tersebut.
Sebagai gambaran, Pandu menyebut bahwa anak muda pengguna media sosial kerap melakukan stalking untuk calon pasangannya dengan sangat detail, tetapi tidak dengan riset perusahaan ketika ingin terjun di pasar modal.
"Jadi sebenarnya anak-anak muda sekarang itu punya kemampuan untuk menjadi investor yang sangat baik karena kemampuan research-nya tinggi. Hanya diarahkan saja energinya (untuk research pasar modal),” kata dia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan acara Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia pada Jumat (12/3).
Layaknya mencari jodoh, Pandu berpesan agar investor muda mencari tahu banyak hal sebelum berinvestasi. “Kalau (investasi) pasif itu tolong titip kepada orang yang punya bibit bebet bobot. Karena uang yang Anda dapat itu kan juga hasil dari kerja keras,” ujar Pandu dalam video konferensi bertajuk “Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia”.
Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal RI Capai 4,5 Juta per Februari
Pandu meyakini generasi muda tanah air mampu menjadi investor yang baik, namun perlu untuk terus diedukasi secara tepat. Ia menilai, generasi muda saat ini sangat erat dengan media sosial. Sehingga BEI perlu untuk bisa terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan juga isu-isu terkini untuk bisa mengedukasi kelompok anak muda tersebut.
Sebagai gambaran, Pandu menyebut bahwa anak muda pengguna media sosial kerap melakukan stalking untuk calon pasangannya dengan sangat detail, tetapi tidak dengan riset perusahaan ketika ingin terjun di pasar modal.
"Jadi sebenarnya anak-anak muda sekarang itu punya kemampuan untuk menjadi investor yang sangat baik karena kemampuan research-nya tinggi. Hanya diarahkan saja energinya (untuk research pasar modal),” kata dia.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan acara Inovasi Edukasi Digital untuk Pasar Modal Indonesia pada Jumat (12/3).
Lihat Juga :