China Tak Terbendung di Dua Bulan Pertama 2021, Pemulihan Ekonomi Jalan Terus
Selasa, 16 Maret 2021 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
China merupakan satu-satunya ekonomi utama tahun lalu yang melaporkan pertumbuhan positif, dengan ekspansi 2,3%. Seorang juru bicara biro statistik China, Liu Aihua mengatakan, kepada wartawan bahwa ekonomi harus melanjutkan pemulihannya.
Namun, dia menerangkan masih ada ketidakseimbangan dalam pemulihan ekonomi ketika China perlu meningkatkan dukungan dalam hal konsumsi. Penjualan eceran, indikator ekonomi utama lainnya, naik 33,8% pada periode tersebut, meskipun tingkat pengangguran ada di angka 5,5% pada akhir Februari, naik dari 5,2% pada bulan Desember.
Baca Juga: Luar Biasa, IMF Proyeksikan Ekonomi China Tumbuh 8,1% di 2021
Para ekonom menerangkan ada dua penyebab ekonomi China berlari cepat, yakni dengan output industri yang kuat dan permintaan ekspor tetapi pemulihan konsumen yang tertinggal. Pemerintah China telah memberlakukan pembatasan perjalanan sebelum liburan Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada Februari tahun ini. Hal ini berakibat menekan pengeluaran untuk kegiatan travel, restoran, dan rekreasi.
Namun, data penjualan ritel menunjukkan item dengan pertumbuhan teratas adalah perhiasan (naik 99%) dan mobil (naik 78%). "Barang-barang ini memberi tahu kami bahwa konsumen China menghabiskan uang merah dengan membeli barang mewah selama liburan Tahun Baru Imlek," kata Iris Pang, Kepala Ekonom untuk China Raya, di bank ING.
Namun, dia menerangkan masih ada ketidakseimbangan dalam pemulihan ekonomi ketika China perlu meningkatkan dukungan dalam hal konsumsi. Penjualan eceran, indikator ekonomi utama lainnya, naik 33,8% pada periode tersebut, meskipun tingkat pengangguran ada di angka 5,5% pada akhir Februari, naik dari 5,2% pada bulan Desember.
Baca Juga: Luar Biasa, IMF Proyeksikan Ekonomi China Tumbuh 8,1% di 2021
Para ekonom menerangkan ada dua penyebab ekonomi China berlari cepat, yakni dengan output industri yang kuat dan permintaan ekspor tetapi pemulihan konsumen yang tertinggal. Pemerintah China telah memberlakukan pembatasan perjalanan sebelum liburan Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada Februari tahun ini. Hal ini berakibat menekan pengeluaran untuk kegiatan travel, restoran, dan rekreasi.
Namun, data penjualan ritel menunjukkan item dengan pertumbuhan teratas adalah perhiasan (naik 99%) dan mobil (naik 78%). "Barang-barang ini memberi tahu kami bahwa konsumen China menghabiskan uang merah dengan membeli barang mewah selama liburan Tahun Baru Imlek," kata Iris Pang, Kepala Ekonom untuk China Raya, di bank ING.
(akr)
Lihat Juga :