Erick Thohir Gonta-Ganti Direksi BUMN, Tanri Abeng Ingatkan Ada Kesan Buruk ke Investor
Selasa, 16 Maret 2021 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Satu sisi, bisnis BUMN sangat potensial untuk menarik investasi asing ke Indonesia melalui skema INA. Namun disisi lain, bongkar pasang manajemen memberikan kesan negatif terhadap kinerja perseroan.
"Memang di BUMN ini tidak ada sistem pengembangan kepemimpinan yang terstruktur, terkecuali barangkali BRI sama Telkom, yang lain tidak ada. Jadi anda bisa lihat sendiri ini bentar ganti lagi, bentar rombak lagi, itu tidak memberikan kesan positif terhadap investor yang mau masuk ke Indonesia," tutur dia.
Baca Juga: Usai Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi, Erick Thohir Disarankan buat Aturan Khusus TKDN BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris BUMN. Tercatat ada manajemen belasan perusahaan yang sudah diotak-atik mantan Bos Inter Milan itu.
Pencopotan dan nomenklatur direksi BUMN ini, kata Erick, bertujuan untuk melakukan penyegaran atau perbaikan tata kelola perseroan"Tugas saya utamanya menegakkan kembali GCG (Good Corporate Governance). Kalau yang bagus kita kasih reward, kalau yang tidak bagus kita bersihkan. Kita harus copot, itu bagian dari perbaikan Kementerian BUMN," ujar Erick beberapa waktu lalu.
"Memang di BUMN ini tidak ada sistem pengembangan kepemimpinan yang terstruktur, terkecuali barangkali BRI sama Telkom, yang lain tidak ada. Jadi anda bisa lihat sendiri ini bentar ganti lagi, bentar rombak lagi, itu tidak memberikan kesan positif terhadap investor yang mau masuk ke Indonesia," tutur dia.
Baca Juga: Usai Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi, Erick Thohir Disarankan buat Aturan Khusus TKDN BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris BUMN. Tercatat ada manajemen belasan perusahaan yang sudah diotak-atik mantan Bos Inter Milan itu.
Pencopotan dan nomenklatur direksi BUMN ini, kata Erick, bertujuan untuk melakukan penyegaran atau perbaikan tata kelola perseroan"Tugas saya utamanya menegakkan kembali GCG (Good Corporate Governance). Kalau yang bagus kita kasih reward, kalau yang tidak bagus kita bersihkan. Kita harus copot, itu bagian dari perbaikan Kementerian BUMN," ujar Erick beberapa waktu lalu.
(akr)
Lihat Juga :