Petuah Menteri Budi Soal Vaksinasi: Jangan Merasa Seperti Superman

Rabu, 17 Maret 2021 - 14:08 WIB
loading...
Petuah Menteri Budi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kepada masyarakat yang telah menyelesaikan vaksinasi untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Meskipun sudah divaksin, kemungkinan untuk terkena Covid masih ada.

Budi pun berharap masyarakat yang sudah menyelesaikan vaksinasi untuk bertindak tidak seperti layaknya Superman. Misalnya dengan bepergian tanpa menggunakan masker atau tidak menjaga jarak. ( Baca juga:Menkes Sebut Belum Ada Bukti Mutasi B117 Lebih Fatal, Hanya Lebih Menular )

"Jadi pesan saya bapak ibu kalau habis disuntik, jangan merasa seperti Superman kemudian jalan-jalan ke mana-mana enggak pakai masker karena covid itu masih bisa kena," ujarnya saat menemani Wakil Presiden Ma'ruf Amin, di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Menurut Budi, kekebalan atau imun tubuh tidak langsung terbentuk ketika vaksin disuntikan. Butuh waktu sekitar 28 hari setelah disuntikan, barulah kekebalan terbentuk secara optimal.

"Banyak yang bertanya habis divaksin kok masih bisa kena? Perlu saya sampaikan kekebalan secara optimal terbentuk 28 hari setelah vaksinasi," jelas Budi.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjelaskan cara kerja dari vaksin, yang memiliki fungsi untuk meningkatkan imunitas dengan membentuk antibodi.

"Saya ingin sampaikan yang terjadi adalah imunitas kita meningkat. Apakah masih bisa tertular? Masih. Cuma karena imunitas kita antibodinya sudah baik kalau virusnya masuk dibunuh cepet oleh antibodi itu. Tapi masih bisa kena? Masih," tegasnya.

Namun bukan berarti setelah vaksin masyarakat Indonesia semuanya seperti Superman yang tidak bisa terinfeksi virus. Virus masih bisa menginfeksi termasuk Covid-19.

Hanya saja, ketika virus masuk, antibodi yang ada di tubuh akan lebih cepat membunuh virus tersebut. Alhasil, masyarakat tidak perlu lagi dirawat di rumah sakit karena akan sembuh dengan cepat.

"Sekali lagi kita bukan tiba-tiba jadi Superman yang semua virus tidak bisa masuk. Dengan adanya imunitas hasil vaksin, virusnya lebih cepat hilang, lebih cepat matinya. Kita tidak usah masuk rumah sakit. Kalaupun masuk rumah sakit tidak usah dirawat sampai parah karena memang antibodi kita sudah ada," jelas Budi.

Yang harus digarisbawahi oleh masyarakat juga adalah mereka yang sudah divaksin masih bisa menularkan virus ke orang lain. Utamanya adalah mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau belum melakukan vaksinasi.

"Tapi konsekuensinya, kita masih tetap bisa menularkan orang lain. Karena walaupun sudah divaksin kita masih tetap bisa kena dan kita masih bisa menularkan ke orang lain. Alhamdulillah kita masih menjadi lebih kuat untuk melawan virusnya, tapi belum tentu orang lain yang belum divaksin sekuat kita," kata Budi.

Oleh karena itu lanjut Budi, dirinya berharap agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Seperti selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak. ( Baca juga:Bank Syariah Indonesia Beri Efek Positif ke Industri Keuangan hingga Media Massa )

"Tetap harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Oleh karena itu demi orang lain yang lebih lemah dari kita, kita tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena saya diajari oleh Pak Kyai juga karena sebaik-baiknya manusia kan yang bermanfaat bagi orang lain," kata Budi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Candaan Sri Mulyani...
Candaan Sri Mulyani Soal Menkes Budi Sadikin: Hobinya Cari Masalah
Vaksin IndoVac Belum...
Vaksin IndoVac Belum Siap Didistribusikan ke Daerah yang Kekurangan Vaksin Covid-19
Dirilis Bulan Depan,...
Dirilis Bulan Depan, Vaksin IndoVac Gratis atau Berbayar?
Produksi Vaksin BUMN...
Produksi Vaksin BUMN Baru 1,7 Juta Dosis, Dirut Bio Farma Optimistis Capai Target
Bye Vaksin Covid-19...
Bye Vaksin Covid-19 Impor, RI Luncurkan IndoVac Pekan Depan
Erick Thohir: Vaksin...
Erick Thohir: Vaksin Indovac Buatan Bio Farma Dijamin Halal
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Rekomendasi
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Berita Terkini
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved