Batik Air Ditabrak Minibus di Bandara Soetta, Alvin Lie: Pengawasannya Lemah!
Minggu, 04 April 2021 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, ketika akan menurunkan atau mengangkut penumpang, seharusnya posisi minibus tidak 45 derajat seperti itu. Posisinya harus sejajar dengan pesawat atau 90 derajat, sementara posisi minibus di depan pesawat menghadap arah lain.
"Kemungkinan, pertama pengemudi itu tidak dalam kondisi normal. Mungkin ngantuk, mungkin pikirannya tidak normal atau ada masalah, dan tidak disiplin pasti karena itu bukan posisi normal. Mungkin pengemudi juga tergesa-gesa menurunkan atau mengangkut penumpang dan mencoba mendekatkan mobil ke pesawat walaupun itu tidak dalam posisi yang seharusnya," jelas Alvin.
Baca Juga: Fakta-Fakta Menarik yang Tersaji di Pernikahan Atta-Aurel, dari Dekorasi hingga Kehadiran Tokoh Penting
Lalu, dia juga mempertanyakan apakah kondisi pengemudi bugar atau tidak. Hal ini perlu dilihat sudah berapa jam pengemudi ini bekerja dalam satu hari itu karena peristiwa ini terjadi pada pukul 17.30 WIB.
"Perlu dicek juga apakah pengemudi tersebut mempunyai sertifikasi untuk mengemudi di sisi udara. Sebab yang memiliki sertifikasi seharusnya tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Terakhir, juga dicek apakah kondisi rem dari mobil tersebut berfungsi dengan baik atau tidak. ini semua mencerminkan ada kelemahan dalam pengawasan dari internal Batik Air maupun otoritas bandara terhadap pergerakan pengemudi dan mobil di sisi udara," pungkas Alvin.
"Kemungkinan, pertama pengemudi itu tidak dalam kondisi normal. Mungkin ngantuk, mungkin pikirannya tidak normal atau ada masalah, dan tidak disiplin pasti karena itu bukan posisi normal. Mungkin pengemudi juga tergesa-gesa menurunkan atau mengangkut penumpang dan mencoba mendekatkan mobil ke pesawat walaupun itu tidak dalam posisi yang seharusnya," jelas Alvin.
Baca Juga: Fakta-Fakta Menarik yang Tersaji di Pernikahan Atta-Aurel, dari Dekorasi hingga Kehadiran Tokoh Penting
Lalu, dia juga mempertanyakan apakah kondisi pengemudi bugar atau tidak. Hal ini perlu dilihat sudah berapa jam pengemudi ini bekerja dalam satu hari itu karena peristiwa ini terjadi pada pukul 17.30 WIB.
"Perlu dicek juga apakah pengemudi tersebut mempunyai sertifikasi untuk mengemudi di sisi udara. Sebab yang memiliki sertifikasi seharusnya tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Terakhir, juga dicek apakah kondisi rem dari mobil tersebut berfungsi dengan baik atau tidak. ini semua mencerminkan ada kelemahan dalam pengawasan dari internal Batik Air maupun otoritas bandara terhadap pergerakan pengemudi dan mobil di sisi udara," pungkas Alvin.
(nng)
Lihat Juga :