Agro Solution Pupuk Indonesia Sabet Penghargaan 'The Best Innovation In Social Business Model'
Kamis, 08 April 2021 - 13:20 WIB
loading...
Salah stu panen dari program Ago Solution. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kerja keras dan cerdas PT Pupuk Indonesia (persero) dalam meningkatkan produktivitas petani melalui program Agro Solution membuahkan hasil. Lewat program Agro Solution PT Pupuk Indonesia menyabet penghargaan "The Best Innovation in Social Business Model" dalam ajang "iNews Maker Award 2021" di Jakarta, Rabu (7/4).
Agro Solution dinilai sebagai program yang paling banyak memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah wabah Covid-19 oleh juri di ajang yang bertema "Outsmart The Pandemic: Fostering Innovation and Agility To Survive The Uncertainty". ( Baca juga:Bunda Bisa Tenang! Harga Cabai Dipastikan Turun Dalam Waktu Dekat )
Agro Solution resmi diluncurkan Pupuk Indonesia di Kabupaten Jember pada 5 November 2020 lalu. Melihat hasil positif dari program ini, Pupuk Indonesia menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 hektare pada tahun 2021.
Target tersebut dilaksanakan oleh lima anggota holding, yaitu Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektare, kemudian Pupuk Kalimantan Timur (12.000 hektare), Pupuk Kujang (10.000 hektare), Sriwidjaja Palembang (8.000 hektare), dan Pupuk Iskandar Muda (4.000 hektare). Saat ini, Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menjelaskan bahwa Agro Solution merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan petani. Melalui program ini pula, Pupuk Indonesia berusaha meningkatkan produktivitas pertanian, menambah penghasilan petani serta mengedukasi petani meskipun menggunakan pupuk non-subsidi, tetap bisa memperoleh keuntungan.
"Kami memberikan pendampingan secara komprehensif dalam budi daya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan off farm maupun on farm, dan melibatkan multi stakeholder," ujar Bakir.
Pada kegiatan off farm, lanjut Bakir, program Agro Solution memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker.
Agro Solution dinilai sebagai program yang paling banyak memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi di tengah wabah Covid-19 oleh juri di ajang yang bertema "Outsmart The Pandemic: Fostering Innovation and Agility To Survive The Uncertainty". ( Baca juga:Bunda Bisa Tenang! Harga Cabai Dipastikan Turun Dalam Waktu Dekat )
Agro Solution resmi diluncurkan Pupuk Indonesia di Kabupaten Jember pada 5 November 2020 lalu. Melihat hasil positif dari program ini, Pupuk Indonesia menargetkan Agro Solution bisa dilaksanakan di lahan seluas 50.000 hektare pada tahun 2021.
Target tersebut dilaksanakan oleh lima anggota holding, yaitu Petrokimia Gresik dengan target lahan 16.000 hektare, kemudian Pupuk Kalimantan Timur (12.000 hektare), Pupuk Kujang (10.000 hektare), Sriwidjaja Palembang (8.000 hektare), dan Pupuk Iskandar Muda (4.000 hektare). Saat ini, Agro Solution telah dilaksanakan pada 10.861 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menjelaskan bahwa Agro Solution merupakan upaya perusahaan menjawab kebutuhan petani. Melalui program ini pula, Pupuk Indonesia berusaha meningkatkan produktivitas pertanian, menambah penghasilan petani serta mengedukasi petani meskipun menggunakan pupuk non-subsidi, tetap bisa memperoleh keuntungan.
"Kami memberikan pendampingan secara komprehensif dalam budi daya tanaman padi oleh petani, baik melalui kegiatan off farm maupun on farm, dan melibatkan multi stakeholder," ujar Bakir.
Pada kegiatan off farm, lanjut Bakir, program Agro Solution memberikan akses permodalan kepada petani melalui perbankan, jaminan atas risiko gagal panen oleh perusahaan asuransi, serta kepastian pembelian hasil panen oleh trader atau offtaker.
Lihat Juga :